SUMATERA SELATAN — Laga 32 besar Piala Dunia antara Inggris dan DR Congo diwarnai insiden kontroversial pada akhir babak pertama. Kane dijatuhkan Mpasi saat tinggal berhadapan satu lawan satu, namun wasit asal Yordania itu menilai kapten Inggris sengaja menjatuhkan diri tanpa memberikan kartu kuning. Pemeriksaan VAR pun tak mengubah keputusan di lapangan.
Perbedaan pendapat memecah para analis di studio BBC. Mantan bek Manchester City, Micah Richards, yakin kontak fisik terjadi dan pantas dihadiahi penalti. "Mpasi menyentuh Harry Kane, saya menginginkan itu sebagai penalti," ujarnya.
Namun, legenda Manchester United, Wayne Rooney, justru menilai Kane yang memprovokasi kontak. "Saya pikir Harry Kane tersandung dirinya sendiri dan sedikit melompat ke arah kiper. Sepertinya dia sengaja menerjang, jadi mungkin itu bukan penalti," kata Rooney.
Mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, mengakui kerumitan momen tersebut. Ia menyebut ada empat pengamat yang terpecah dua soal keputusan ini, sehingga VAR tak bisa turun tangan. "Dari tayangan langsung, itu penalti. Tapi dari sudut pandang wasit, Kane merapatkan kedua kakinya dan tersandung, sehingga tak terlihat seperti penalti," jelas Cann.
Pendapat berbeda disampaikan mantan kiper Inggris, Paul Robinson. Ia menyebut insiden itu sebagai "stonewall penalty" atau penalti mutlak. "Kane memang memulai kontak, tapi kontaknya nyata. Dia sangat pintar dan berpengalaman, dia sengaja masuk ke arah kiper," tegas Robinson.
Terlepas dari kontroversi, Inggris tertinggal 0-1 sejak menit ketujuh lewat gol Brian Cipenga. Kane yang frustrasi di babak pertama akhirnya menjawab keraguan dengan dua gol di 15 menit akhir pertandingan. Kemenangan ini memastikan langkah Inggris ke babak 16 besar untuk bertemu Meksiko pada 6 Juli mendatang.
Mantan kiper Inggris, Joe Hart, menilai Mpasi beruntung karena keputusan wasit tidak merugikan timnya. "Jika itu terjadi pada saya, saya akan mengira itu penalti," ucap Hart.