Mahasiswa Unsri Olah Sampah Dapur Jadi Eco-Enzyme, Petani di Banyuasin Punya Pembasmi Hama Alami

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 13:19:01 WIB
Mahasiswa Unsri mengolah limbah dapur menjadi eco-enzyme di Desa Parit, Banyuasin.

BANYUASIN — Sampah dapur yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir, kini disulap mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi cairan multiguna. Kelompok 6 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Unsri mengolah limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme di Desa Parit, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Cairan hasil fermentasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pestisida nabati yang aman bagi tanaman dan lingkungan. Menurut Ketua PBL Kelompok 6 Unsri, Muhammad Alpat Fajri, eco-enzyme juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami serta pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan.

Mengapa Petani Desa Parit Butuh Inovasi Ini?

Mayoritas warga Desa Parit berprofesi sebagai petani. Selama ini, mereka kerap bergantung pada pestisida kimia yang tidak hanya mahal, tetapi juga berisiko merusak ekosistem sawah dan kesehatan jangka panjang. “Langkah inovatif ini diambil untuk memberikan solusi bagi mayoritas warga Desa Parit yang berprofesi sebagai petani,” kata Alpat Fajri di Palembang, Rabu.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga menilai teknologi sederhana ini sangat relevan dengan mata pencaharian mereka dan mudah diproduksi secara mandiri.

Proses Pembuatan: Dari Dapur ke Fermentasi

Tim mahasiswa tidak hanya memberikan teori. Mereka turun langsung ke rumah-rumah warga untuk mengumpulkan sampah domestik organik. Setelah terkumpul, sampah dibersihkan dan dipilah sebelum masuk ke tahap fermentasi pada keesokan harinya.

Melalui metode ini, mahasiswa Unsri sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa limbah dapur memiliki nilai guna yang tinggi jika dikelola dengan benar. “Kami berharap warga Desa Parit dapat terus memproduksi dan memanfaatkan eco-enzyme secara mandiri,” ujar Alpat.

Sejalan dengan SDGs: Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab

Inovasi pemanfaatan limbah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Fokus utamanya adalah mengurangi timbulan sampah melalui aksi daur ulang yang aplikatif di tingkat rumah tangga.

Kegiatan PBL ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dinda Andini Putri. Adapun anggota Kelompok 6 yang terlibat adalah Muhammad Alpat Fajri, Nasywa Luqyana Jundi, Jessi Andini, Savira Bonita Geona, Zafira Al Fitri, Dina M. Budi, Rani Dwi Putri, Tria Hidayeni, Tasya Shaqinah, Rosalina Veronica, Yudica Lukesia, dan Zhafirah Ullimaz.

Ke depan, para mahasiswa berharap warga Desa Parit secara konsisten mengaplikasikan cairan eco-enzyme sebagai alternatif yang ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Jika berkelanjutan, desa ini bisa menjadi percontohan pengelolaan limbah organik berbasis pertanian di Sumatera Selatan.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top