Inflasi Sumsel Melandai ke 0,36 Persen, Bank Indonesia Beberkan Peran Subsidi Ongkos Angkut dan Operasi Pasar

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 15:41:01 WIB
Tim TPID Sumsel gelar lebih dari 358 operasi pasar murah hingga Juni 2026 untuk kendalikan inflasi.

PALEMBANG — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan menggencarkan lebih dari 358 kegiatan operasi pasar murah hingga akhir Juni 2026 untuk menekan laju harga. Upaya ini dibarengi dengan puluhan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional guna memastikan ketersediaan stok dan kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET).

Subsidi Ongkos Angkut 47,92 Ton Pangan

Bank Indonesia Perwakilan Sumsel memfasilitasi subsidi ongkos angkut sebanyak 77 kali untuk komoditas pangan utama. Total berat komoditas yang diangkut mencapai 47,92 ton, sebuah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi dan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.

"Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas sinergi pengendalian inflasi di daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara kesejahteraan produsen dan daya beli masyarakat," ujar Bambang Pramono dalam keterangan resmi.

El Niño dan Harga BBM Dorong Inflasi

Bambang menjelaskan, kenaikan harga bensin nonsubsidi per 10 Juni 2026 menjadi penyumbang andil terbesar inflasi bulanan, yakni 0,19 persen. Selain itu, fenomena El Niño yang memicu penurunan produksi hortikultura turut mendongkrak harga bawang putih, tomat, bawang merah, dan beras.

Momentum libur sekolah juga mendorong konsumsi rumah tangga dan mobilitas masyarakat. Namun, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga emas yang dipengaruhi membaiknya sentimen global serta normalisasi permintaan daging dan telur ayam ras pasca-penghentian sementara operasional Program MBG.

Kerja Sama Antar Daerah untuk Pasokan Bawang dan Cabai

Untuk menjaga pasokan komoditas strategis, TPID Sumsel merealisasikan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Hingga Juni 2026, sebanyak 22,67 ton bawang merah didatangkan dari Sumatera Barat dan 3,68 ton cabai dari Jawa Tengah. Pembelian bibit bawang merah dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah, juga dilakukan untuk lahan demplot di Pagar Alam.

Perjanjian kerja sama antar pemerintah daerah (G2G) diperkuat dengan tambahan 8 Kesepakatan Bersama (KSB) dan 21 Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemda di Sumsel dengan Pemda Jawa Tengah. Sementara itu, kerja sama business to business (B2B) tercatat sebanyak 4 PKS.

Prakiraan Inflasi Juli dan Gerakan Pangan Mandiri

Tekanan inflasi pada Juli 2026 diprakirakan meningkat akibat periode libur sekolah dan pendaftaran tahun ajaran baru yang mendorong permintaan di sektor pendidikan dan transportasi. Efek lanjutan penyesuaian harga BBM serta musim kemarau dengan curah hujan rendah juga berpotensi mengganggu produksi hortikultura.

Di sisi lain, penguatan ketahanan pangan daerah didorong melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diperluas dengan kolaborasi bersama pesantren dan koperasi. "Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemda berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan," pungkas Bambang.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top