SUMATERA SELATAN — Kemampuan untuk menyedot energi dari baterai mobil listrik demi menyalakan lampu, alat perkakas, atau peralatan elektronik saat berkemah memang sudah lama menjadi fitur impian. Masalahnya, jutaan unit Tesla dan Mustang Mach-E yang beredar tidak dilengkapi fitur vehicle-to-load (V2L) bawaan pabrik. WETOX, perusahaan asal China yang sudah empat tahun berkecimpung di pasar adapter V2L, menjawab celah ini lewat produk terbarunya bernama D2.
Alih-alih mengubah kelistrikan mobil, D2 bekerja dengan memanfaatkan port pengisian daya asli kendaraan. Adapter ini dirancang khusus untuk pasar Amerika Utara dan Eropa, menyasar pemilik Tesla dan Ford Mustang Mach-E yang tidak memiliki kemampuan bidirectional charging sejak awal. Produk ini tengah dipasarkan melalui platform Kickstarter dan telah mengumpulkan dukungan dana lebih dari USD 120.000 atau setara sekitar Rp 1,9 miliar.
Klaim utama WETOX bukan sekadar soal kepraktisan, melainkan efisiensi. Banyak adapter V2L di pasaran memicu sistem pemanas baterai Tesla yang berujung pada pemborosan energi. Fenomena ini disebut phantom drain, di mana daya baterai terkuras meski tidak ada peralatan yang dicolokkan.
WETOX menyebut D2 mampu memangkas pemborosan tersebut. Dalam uji ketahanan yang direkam tanpa putus selama 13 jam dan diunggah di YouTube, adapter ini menjalani beban maksimal 3.600 watt dengan kondisi baterai turun dari 93 persen ke 19 persen. Hasilnya, D2 diklaim 40 persen lebih efisien dibandingkan merek adapter V2L lain yang beredar di pasaran.
Keamanan menjadi perhatian utama saat berurusan dengan tegangan tinggi baterai kendaraan listrik. WETOX membekali D2 dengan struktur internal cetakan khusus yang memastikan setiap komponen terpasang presisi. Tingkat perlindungannya mencapai IPX5 untuk unit utama dan konektor, sementara kabel power strip sepanjang 3 meter memiliki rating IPX6 yang lebih tinggi, aman digunakan saat hujan deras.
Untuk meyakinkan konsumen, WETOX menyertakan paket asuransi produk global. Jaminan ini tidak hanya menutup kerusakan accidental pada adapter, kendaraan, dan peralatan yang terhubung, tetapi juga secara eksplisit melindungi pemilik dari risiko garansi kendaraan yang hangus akibat penggunaan produk pihak ketiga.
Alih-alih menggunakan modul SECC siap pakai, WETOX mengembangkan sendiri kode level rendah untuk protokol ISO 15118 dan DIN 70121. Penguasaan penuh atas source code ini memungkinkan ukuran papan sirkuit dibuat lebih ringkas dan memberi kendali mendalam pada proses handshake baterai. Dampaknya, WETOX berencana merilis pembaruan kompatibilitas untuk model kendaraan baru setiap tiga bulan melalui pembaruan over-the-air (OTA).
Meski saat ini D2 masih dibatasi pada standar ISO 15118-2, WETOX telah mengantongi laporan sertifikasi pertama di dunia untuk standar ISO 15118-20 dari SGS. Sertifikasi ini menjadi fondasi penting bagi komersialisasi komunikasi V2X berskala besar di masa depan.
Kemudahan penggunaan juga menjadi fokus. Melalui aplikasi pendamping, pemilik dapat mengatur batas maksimal daya yang boleh dikuras dari baterai kendaraan, menentukan timer pemadaman otomatis, dan memantau sistem secara menyeluruh. Fitur ini berguna saat D2 dipakai untuk menyalakan perkakas di lokasi proyek, menjalankan peralatan saat berkemah, atau menjaga kulkas tetap menyala ketika pasokan listrik rumah terganggu.