PEKANBARU — Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan alat berat diarahkan untuk membantu tim pemadam darat memukul kepala api di Tanjung Kapal, Pulau Rupat. Embung-embung yang dibuat setiap 50 meter berfungsi sebagai sumber air bagi petugas di lapangan.
“Lokasi kebakaran di Tanjung Kapal Rupat api aktif masih ada sehingga proses penyekatan dibantu alat berat. Kerja sama Manggala Agni, Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pihak perusahaan,” kata Ferdian dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Jumat.
Operasi pemadaman di Bengkalis saat ini ditangani oleh Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Siak. Ferdian menyebut satu tim tambahan dari Daops Siak akan segera dikerahkan. Tak hanya itu, masing-masing satu tim dari Daops Kota Jambi dan Muaro Tebo juga disiagakan untuk membantu proses pemadaman.
“Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI juga membantu proses pemadaman,” ungkapnya.
Selain di Bengkalis, tim Manggala Agni juga menangani kebakaran di sejumlah wilayah Riau. Di Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan, petugas saat ini tinggal melakukan pendinginan setelah satu pekan penuh pemadaman. “Kemarin terinfo sempat turun hujan intensitas ringan. Target kami hari ini bisa tuntas padam semua,” ujar Ferdian.
Situasi berbeda terjadi di Rokan Hilir (Rohil). Di Rantau Bais, Manggala Agni Daops Dumai bersama BPBD, TNI, dan Polri masih melaksanakan pemadaman. Proses serupa juga berlangsung di Sungai Besar Pekaitan, Rohil. “Kesulitan masih terjadi karena luas dan angin kencang di siang hari sehingga asap lumayan pekat. Hari ini akan masuk tambahan tim dari Daops Manggala Agni Pekanbaru menambah kekuatan,” katanya.
Ferdian menjelaskan bahwa luas area terbakar dan kondisi angin kencang di siang hari menjadi kendala utama. Asap yang pekat juga menghambat visibilitas petugas di lapangan. Dengan tambahan personel dan dukungan helikopter water bombing, pihaknya optimistis api bisa segera dijinakkan.