SUMATERA SELATAN — Harga jual emas Antam tidak berubah sejak perdagangan sebelumnya. Namun, yang perlu dicermati adalah pergerakan harga pembelian kembali alias buyback yang menjadi acuan bagi mereka yang hendak menjual logam mulia. Harga buyback Antam pada hari ini berada di angka Rp 2.419.000 per gram, turun tipis Rp 1.000 dari posisi kemarin.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali ini—yang mencapai Rp 232.000 per gram—menjadi margin yang harus diperhitungkan oleh investor. Ini menunjukkan bahwa emas fisik tetap menjadi instrumen investasi jangka panjang, bukan untuk trading jangka pendek.
Rincian Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran
Untuk pembeli ritel, Antam menyediakan variasi bobot mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut rincian harga untuk beberapa ukuran yang paling banyak dicari:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.375.500
- Emas 1 gram: Rp 2.651.000
- Emas 5 gram: Rp 12.630.000
- Emas 10 gram: Rp 25.205.000
- Emas 50 gram: Rp 125.595.000
- Emas 100 gram: Rp 251.112.000
- Emas 250 gram: Rp 627.265.000
- Emas 500 gram: Rp 1.253.820.000
- Emas 1.000 gram: Rp 2.507.600.000
Harga-harga tersebut belum termasuk pajak PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP, atau 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pembeli wajib menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk setiap transaksi di atas Rp 10 juta.
Buyback: Kapan Waktu yang Tepat untuk Cairkan?
Harga buyback Antam yang berada di Rp 2,419 juta per gram menjadi sinyal bagi pemegang emas yang berniat mencairkan investasi. Angka ini turun tipis dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2,420 juta per gram.
Fluktuasi buyback biasanya mengikuti pergerakan harga emas internasional di pasar Loco London. Dalam sepekan terakhir, harga emas global cenderung bergerak mixed di tengah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, harga emas berpotensi tertekan, begitu pula sebaliknya.
Bagi investor yang membeli emas Antam di bawah level harga saat ini, posisi buyback masih memberikan keuntungan. Namun, bagi yang baru masuk di harga puncak, selisih antara harga beli dan buyback perlu diwaspadai sebagai potensi kerugian jika terpaksa dijual dalam waktu dekat.
Antam sendiri merupakan anak usaha BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), yang mengelola penjualan emas melalui jaringan Logam Mulia. Produk emas Antam bersertifikat LBMA (London Bullion Market Association) menjadi acuan standar emas batangan di Indonesia. Pergerakan harga hingga akhir pekan ini masih menjadi perhatian para pelaku pasar yang menanti data inflasi AS pekan depan.