SUMATERA SELATAN — Keputusan ini diumumkan langsung oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga merupakan bagian dari evaluasi berkala yang mengikuti mekanisme regulasi dan koordinasi dengan pemerintah.
“Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangan resmi.
Daftar Harga BBM Nonsubsidi Terbaru (Jawa, Bali, Nusa Tenggara)
Untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, berikut harga terbaru yang berlaku per 1 Juli 2026:
- Pertamax Turbo: dari Rp 13.900 per liter menjadi Rp 13.550 per liter (turun Rp 350).
- Dexlite: dari Rp 13.550 per liter menjadi Rp 13.250 per liter (turun Rp 300).
- Pertamina Dex: dari Rp 14.050 per liter menjadi Rp 13.700 per liter (turun Rp 350).
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp 12.950 per liter, dan Pertamax Green (RON 95) di Rp 13.900 per liter. BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan harga.
Harga BBM Subsidi Tetap, Tak Tersentuh Penyesuaian
Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak ikut berubah. Pertalite masih Rp 10.000 per liter, dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian nasional.
Perbedaan Harga Antardaerah: Efek Pajak Daerah
Perlu dicatat, harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Besaran PBBKB yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah menjadi faktor utama perbedaan. Misalnya, konsumen di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung akan mendapati harga yang sedikit berbeda dibandingkan dengan konsumen di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
Untuk mengecek harga spesifik di lokasi masing-masing, pengguna bisa mengakses laman resmi Pertamina Patra Niaga atau aplikasi MyPertamina.
Penurunan harga ini menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha yang mengandalkan BBM nonsubsidi, terutama di tengah tekanan biaya operasional yang terus meningkat. Pertamina berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi harga secara berkala sesuai mekanisme pasar yang berlaku.