Pencarian

Pertamina Luncurkan Program Desa Energi Berdikari, Target 80 Lokasi untuk Genjot Kemandirian Energi dan Pangan

Kamis, 02 Juli 2026 • 12:23:31 WIB
Pertamina Luncurkan Program Desa Energi Berdikari, Target 80 Lokasi untuk Genjot Kemandirian Energi dan Pangan
Pertamina meluncurkan program Desa Energi Berdikari untuk mendukung kemandirian energi dan pangan di 80 desa.

SUMATERA SELATAN — Pertamina tidak hanya fokus pada bisnis migas. Melalui program terbarunya, perusahaan energi negara itu menggarap pemberdayaan desa dengan energi bersih sebagai motor penggerak ekonomi warga.

Desa Mandiri Berbasis Energi Terbarukan

Program Desa Energi Berdikari (DEB) dirancang untuk mengubah desa-desa terpencil menjadi mandiri secara energi. Pertamina akan membangun infrastruktur energi terbarukan seperti panel surya, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, atau biogas, disesuaikan dengan potensi alam masing-masing lokasi.

“Kami ingin desa tidak hanya terang listriknya, tapi juga hidup ekonominya. Energi terbarukan menjadi fondasi untuk menggerakkan usaha produktif warga,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan resmi, pekan lalu.

Perusahaan menargetkan program ini menjangkau 80 desa di seluruh Indonesia hingga tahun ini. Setiap desa akan mendapatkan pendampingan teknis dan akses permodalan untuk mengelola energi tersebut menjadi kegiatan ekonomi, seperti pengolahan hasil pertanian, usaha kuliner, atau industri rumah tangga.

Sinergi dengan Ketahanan Pangan

Yang menarik, program ini tidak berdiri sendiri. Pertamina mengaitkannya langsung dengan sektor pangan. Desa-desa binaan akan didorong memanfaatkan energi bersih untuk menggerakkan pompa irigasi, mesin pengering hasil panen, atau cold storage penyimpanan sayur dan ikan.

Dengan begitu, biaya produksi petani bisa ditekan. Hasil panen tidak lagi bergantung pada cuaca atau harga solar yang fluktuatif. Di beberapa desa percontohan, warga sudah mulai menggunakan listrik tenaga surya untuk menjalankan mesin penggiling padi dan usaha pembuatan keripik pisang.

Model ini menciptakan rantai nilai dari hulu ke hilir. Petani mendapat energi murah, hasil olahan meningkat, dan pendapatan desa bertambah. Pertamina menyebut program ini sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terukur dan berkelanjutan.

Dampak Langsung ke Warga

Bagi masyarakat desa, kehadiran program ini mengubah keseharian. Di Desa Sukamaju, Jawa Barat, misalnya, lampu jalan kini menyala 24 jam dari panel surya. Warung-warung kecil bisa buka lebih malam karena listrik stabil. Anak-anak bisa belajar di malam hari tanpa khawatir pemadaman.

“Dulu kami hanya punya genset yang mahal. Sekarang ada listrik dari matahari, biaya bulanan turun drastis. Ibu-ibu juga mulai bikin usaha kue kering pakai oven listrik,” cerita Kepala Desa Sukamaju, Ahmad Syarif.

Pertamina berharap program DEB bisa menjadi model replikasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan target 80 lokasi, perusahaan optimistis kontribusi terhadap kemandirian energi dan ketahanan pangan nasional akan semakin nyata dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks