Bulog Sumsel Babel Serap 99.466 Ton Gabah Petani, Harga di Tingkat Petani Tembus Rp6.500 per Kg

Penulis: Faisal Zuber  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 16:15:01 WIB
Bulog Sumsel Babel serap 99.466 ton gabah petani hingga awal Juni 2026.

PALEMBANG — Realisasi serapan gabah dan beras petani oleh Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel mencapai 99.466 ton setara beras hingga awal Juni 2026. Angka ini menjadi indikator utama penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah tersebut.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan, menyebut capaian itu hasil sinergi berbagai pihak. Mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga pelaku usaha penggilingan padi.

"Realisasi serapan sebesar 99.466 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Sumsel Babel menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," ujarnya di Palembang, Kamis.

Apa Dampak Serapan Ini bagi Petani Sumsel?

Serapan ini memastikan petani mendapatkan harga jual yang stabil. Pemerintah menetapkan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen, sehingga petani tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi harga pasar.

Dengan kepastian pasar ini, petani di Sumsel dan Babel dapat merencanakan musim tanam berikutnya tanpa khawatir hasil panen tidak laku. Bulog hadir sebagai pembeli yang siap menyerap hasil panen kapan pun musim panen tiba.

Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton

Secara nasional, realisasi serapan Bulog hingga 3 Juni 2026 telah mencapai 3.008.626 ton setara beras. Angka ini setara 75 persen dari target pengadaan nasional 4 juta ton pada tahun ini.

Ihsan optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Musim panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi.

Dampak dari serapan masif ini adalah penguatan stok CBP yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah melampaui 5 juta ton, sehingga mampu mendukung stabilisasi harga, penyaluran bantuan pangan, hingga antisipasi bencana dan gejolak pasar.

Bagaimana Bulog Menjamin Harga Gabah Tetap Tinggi?

Mekanisme HPP menjadi kunci. Setiap kilogram gabah kering panen dibeli Bulog seharga Rp6.500, jauh di atas harga pasar yang kerap jatuh saat panen raya. Kebijakan ini memberikan kepastian pendapatan bagi petani dan mencegah praktik tengkulak yang merugikan.

Ihsan menegaskan keberhasilan serapan ini bukan sekadar angka. "Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," katanya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Petani Sumsel?

Bulog akan terus mengoptimalkan serapan di daerah-daerah sentra produksi padi di Sumsel dan Babel. Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan penyuluh pertanian diperkuat agar seluruh hasil panen petani terserap maksimal.

Petani diimbau segera menjual gabah ke mitra Bulog atau penggilingan padi yang telah bekerja sama. Dengan demikian, rantai pasok beras nasional tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen pun stabil.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top