Monarc dan Engwe Rilis E-Bike Baru, Pengadilan AS Putuskan Definisi "Mengayuh" Sepeda Listrik

Penulis: Faisal Zuber  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 23:02:02 WIB
Monarc dan Engwe meluncurkan model baru sepeda listrik di pasar global.

SUMATERA SELATAN — Podcast dua mingguan Electrek, Wheel-E, kembali mengupas isu-isu paling populer di industri e-bike dan kendaraan listrik non-tradisional. Dalam episode terbaru, ada beberapa topik yang menarik perhatian, mulai dari inovasi teknis hingga perubahan regulasi.

Dua Merek Baru Rilis E-Bike: Monarc dan Engwe

Monarc menjadi salah satu nama yang disebut dalam podcast ini setelah meluncurkan jajaran e-bike terbarunya. Sayangnya, detail spesifik soal model dan harga belum diungkap secara gamblang dalam ringkasan episode. Namun, kehadiran merek ini menambah daftar panjang pemain baru di pasar sepeda listrik global.

Selain Monarc, Engwe juga disebut meluncurkan produk anyar. Engwe dikenal sebagai produsen e-bike asal China yang kerap membidik segmen harga menengah ke bawah. Peluncuran ini terjadi di tengah persaingan ketat yang juga melibatkan pemain seperti Lectric, yang baru saja meluncurkan merek baru untuk segmen premium.

Flit Rekatkan Rangka E-Bike dengan Lem, Bukan Las

Satu hal yang cukup mengejutkan datang dari Flit, produsen e-bike premium. Mereka menggunakan teknik perekatan atau lem untuk menyatukan rangka sepeda listriknya, bukan pengelasan konvensional. Metode ini diklaim mampu menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan presisi, sekaligus mengurangi bobot rangka secara keseluruhan. Dalam podcast, topik ini dibahas sebagai contoh inovasi manufaktur yang jarang ditemui di industri sepeda.

Bike Bus: Tren Baru Antar Anak ke Sekolah

Fenomena "bike bus" juga menjadi sorotan. Istilah ini merujuk pada rombongan anak-anak yang bersepeda bersama orang dewasa menuju sekolah, layaknya bus sekolah beroda dua. Orang tua di berbagai kota mulai mengadopsi konsep ini sebagai solusi mobilitas yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan membangun kebersamaan komunitas. Podcast ini mengupas alasan di balik popularitas tren tersebut.

Pengadilan Tentukan Definisi "Mengayuh" untuk E-Bike

Salah satu berita paling krusial datang dari ranah hukum. Sebuah pengadilan di Amerika Serikat baru saja memutuskan seberapa banyak gerakan kaki yang bisa dianggap sebagai "mengayuh" untuk sebuah e-bike. Keputusan ini penting karena banyak regulasi di AS mewajibkan e-bike tetap dikayuh agar tidak dikategorikan sebagai motor listrik. Putusan ini bisa menjadi preseden bagi pengguna e-bike di zona abu-abu, terutama yang kecepatannya mencapai 30-40 mil per jam.

Di sisi regulasi, ada pula pembahasan soal undang-undang baru yang berpotensi melegalkan sepeda listrik berkecepatan tinggi yang selama ini berada di zona abu-abu. Jika disahkan, aturan ini bisa mengubah peta persaingan e-bike di pasar Amerika.

USB-C dan Velotric Tempo: Dua Inovasi yang Patut Dicermati

Podcast ini juga membahas e-bike murah yang bisa diisi daya melalui port USB-C—sebuah fitur yang belum lazim di kelasnya. Sementara itu, ulasan Velotric Tempo menyebutkan bahwa e-bike komuter ringan ini berhasil memenuhi banyak kebutuhan pengendara perkotaan.

Seluruh episode Wheel-E dapat disimak di kanal YouTube, Facebook, LinkedIn, dan Twitter Electrek. Rekaman video akan diarsipkan di YouTube, sedangkan versi audio tersedia di berbagai aplikasi podcast.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top