SUMATERA SELATAN — Bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan pegunungan utara Vietnam pada Oktober 2025 meninggalkan kerusakan signifikan di Jalan Raya Nasional 3. Sebanyak 16 titik longsor dan kerusakan badan jalan dengan tingkat keparahan bervariasi tercatat di ruas yang menghubungkan Provinsi Thai Nguyen dan Cao Bang tersebut. Pihak berwenang kini bergerak cepat menyelesaikan pekerjaan konstruksi di lokasi terakhir yang masih dalam tahap pengerjaan.
Perwakilan kontraktor pelaksana menyatakan proyek perbaikan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 70 persen. Dinding penahan tipe gabion pada lapisan utamanya sebagian besar telah rampung. Sementara itu, item pekerjaan yang tersisa seperti pemasangan gorong-gorong dan sistem keselamatan lalu lintas tengah dikebut.
"Jika kondisi cuaca mendukung, seluruh proyek akan selesai pada bulan Juni," ujar perwakilan kontraktor dalam keterangannya. Target ini menjadi krusial mengingat jalan tersebut harus sudah dapat dilalui dengan aman sebelum musim hujan tahun ini tiba.
Kondisi kerja yang menantang menjadi hambatan utama. Kontraktor mengaku harus bekerja lembur, termasuk pada malam hari, untuk mengejar ketertinggalan jadwal. Salah satu kendala spesifik adalah pelepasan air yang terjadwal dari bendungan atau saluran irigasi di sekitar lokasi, yang memaksa kontraktor membagi shift kerja untuk mengkompensasi waktu yang hilang akibat gangguan tersebut.
Di beberapa lokasi yang telah selesai diperbaiki, area jalan tidak hanya ditambal tetapi juga diperluas dan diperkuat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas arus lalu lintas dan mencegah terulangnya tanah longsor di masa depan.
Jalan Raya Nasional 3 merupakan jalur transportasi vital yang menghubungkan Hanoi dengan Provinsi Thai Nguyen, Cao Bang, dan provinsi-provinsi pegunungan utara Vietnam lainnya. Medan pegunungan yang terjal, permukaan jalan yang sempit, serta volume lalu lintas yang terus meningkat menjadi alasan utama mengapa perbaikan menyeluruh dan peningkatan standar keselamatan di ruas ini sangat mendesak. Penyelesaian 16 titik longsor ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas dan mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.