SUMATERA SELATAN — Kenaikan buyback yang lebih tinggi dibandingkan harga jual ini menjadi sinyal menarik di tengah tekanan harga emas global yang sedang terpuruk. Mengutip data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram di level Rp 2,7 juta tersebut belum mampu mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada 29 Januari 2026, yakni Rp 3.168.000 per gram. Saat itu, harga buyback juga menyentuh Rp 2.989.000 per gram.
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram:
Pergerakan harga Antam hari ini terjadi saat harga emas dunia justru babak belur. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus sempat menyentuh US$ 4.046,20 per ounce pada perdagangan Kamis (11/6), level terendah dalam enam bulan terakhir. Dalam sepekan, harga emas global ambles sekitar 6,3 persen, dan berpotensi menjadi pelemahan mingguan kedua beruntun.
Tekanan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar bahwa inflasi Amerika Serikat yang terus memanas akan memaksa The Fed menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS pada Mei tumbuh paling cepat dalam tiga tahun, didorong lonjakan harga energi akibat konflik Iran yang sudah memasuki bulan keempat.
Ironisnya, emas yang selama ini dijual sebagai aset safe haven justru tertekan karena tidak memberikan imbal hasil. Ketika ekspektasi suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen berbunga seperti obligasi.
Kenaikan buyback Antam yang lebih agresif dari harga jual bisa menjadi pertimbangan bagi pemegang emas fisik untuk merealisasikan keuntungan di tengah volatilitas pasar. Namun, perlu diingat, harga jual Antam hari ini masih Rp 259.000 lebih mahal dari harga buyback, sehingga selisihnya tetap lebar. Bagi yang ingin membeli, harga saat ini masih jauh di bawah rekor tertinggi Januari lalu, yang bisa menjadi peluang akumulasi jika tren global mulai pulih.
Pekan depan, semua mata akan tertuju pada rapat The Fed yang dipimpin Ketua baru, Kevin Warsh. Suku bunga diperkirakan tetap di kisaran 3,50-3,75 persen, namun pernyataan soal arah kebijakan ke depan akan menjadi penentu utama pergerakan emas, baik di pasar global maupun harga Antam di dalam negeri.