Danantara Pangkas BUMN dari 1.077 Jadi 200 Entitas, Pertamina-Telkom Kena Merger

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 21:08:01 WIB
Danantara mulai konsolidasi BUMN dari 1.077 menjadi sekitar 200 entitas.

SUMATERA SELATAN — Transformasi besar-besaran di tubuh BUMN resmi dimulai. Danantara, induk holding BUMN, memastikan proses konsolidasi akan menggabungkan entitas-entitas yang memiliki rantai bisnis serupa, terutama di grup Pertamina dan Telkom. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskan, meski jumlah perusahaan menyusut drastis, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” tegas Dony, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Efisiensi Rp 30 Triliun dari Transaksi Berlapis

Salah satu biang kerok inefisiensi yang ditemukan Danantara adalah praktik transaksi berlapis antara induk, anak usaha, hingga perusahaan cucu. Dony menyebut kebiasaan ini menimbulkan biaya tambahan sekitar Rp 30 triliun setiap tahunnya.

“Selama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi,” kata Dony.

Contoh konkret sudah terlihat di lingkungan Pertamina. Danantara menggabungkan Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS). Hasilnya, penghematan langsung mencapai USD 600–700 juta. Praktik serupa ditemukan di Telkom Group, di mana satu proyek harus melewati beberapa lapis perusahaan sebelum dieksekusi.

Biaya Karyawan Hanya Rp 2–3 Triliun, Lebih Murah dari PHK

Danantara mengaku sudah menghitung dampak finansial dari opsi mempertahankan seluruh pekerja. Hasilnya, total biaya tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang dirampingkan hanya Rp 2–3 triliun per tahun. Bandingkan dengan potensi efisiensi yang bisa diraup dari konsolidasi.

“Jadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp 47 triliun,” ungkap Dony.

Ia menegaskan para pekerja tidak boleh menjadi korban restrukturisasi. Seluruh karyawan akan dialihkan ke entitas hasil penggabungan. “Kita tidak mau menzalimi karyawan. Karena itu bukan salah mereka,” kata Dony.

Target Rampung 2026, Organisasi Lebih Ramping

Proses perampingan ini ditargetkan tuntas pada 2026. Selain menekan biaya, konsolidasi diharapkan menciptakan organisasi yang lebih ramping dan mampu mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Dengan jumlah entitas yang menyusut dari 1.077 menjadi 200–300, Danantara optimistis daya saing BUMN akan meningkat signifikan.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top