PALEMBANG — Sebanyak 214 peserta yang terdiri dari insan PLN, Dinas Lingkungan Hidup, Babinsa Sako, Gerakan Kolaborasi Nasional (GKN) Sedekah Sampah untuk Pendidikan, Bank Sampah Indonesia Legacy, serta warga setempat bergotong royong membersihkan permukiman dan area publik di Sematang Borang. Total 8,3 ton sampah berhasil diangkut—rinciannya 5,6 ton sampah organik dan 2,7 ton sampah anorganik—yang selanjutnya dipilah dan dikelola sesuai jenisnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung Rabu (24/6) itu, PLN UID S2JB tidak hanya mengerahkan tenaga. Manajemen menyerahkan bantuan peralatan kebersihan, bak sampah, drop box sampah organik dan anorganik, serta satu unit Eco Station Portable. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan warga untuk memilah sampah langsung dari sumbernya.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum membangun kesadaran kolektif, bukan sekadar acara tahunan. “Keandalan listrik dan keberlanjutan lingkungan adalah dua hal yang berjalan beriringan. Kami ingin memastikan kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan terang, tetapi juga dampak positif bagi lingkungan,” ujar Diksi dalam siaran pers yang diterima redaksi.
PLN menggandeng GKN Sedekah Sampah untuk Pendidikan dalam aksi ini. Presiden GKN, Wahyu Griya Suryana, menjelaskan bahwa botol plastik yang terkumpul tidak akan berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak yatim dhuafa. “Sampah yang sering dianggap tidak bernilai sesungguhnya memiliki manfaat jika dikelola dengan baik. Menjaga lingkungan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang bersih, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial,” kata Wahyu.
Diksi Erfani menambahkan, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. “Memungut satu sampah mungkin terlihat sederhana. Namun ketika dilakukan oleh ratusan orang dan menjadi kebiasaan bersama, dampaknya akan sangat besar. Bukan sekadar membersihkan lingkungan hari ini, tetapi menumbuhkan budaya menjaga lingkungan untuk masa depan,” tuturnya.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Babinsa Sako, Bank Sampah Indonesia Legacy, serta tokoh masyarakat setempat. Menurut Wahyu, persoalan sampah saat ini tidak cukup diselesaikan lewat pengangkutan dan pembuangan semata. Perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah menjadi syarat mutlak.
PLN UID S2JB menyebut bahwa aksi ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Selain mendukung target pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perusahaan energi bisa menjadi motor penggerak perubahan lingkungan di tingkat akar rumput.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN berharap lahir gerakan kolektif yang memperkuat kesadaran masyarakat menjaga kebersihan secara berkelanjutan—bukan hanya saat ada acara, tetapi sebagai gaya hidup sehari-hari.