SUMATERA SELATAN — Kadu Monteiro menjadi salah satu pemain asing yang cukup lama malang melintang di kompetisi sepak bola Indonesia. Pengalamannya bersama PSBS Biak di musim lalu memang tidak sepenuhnya mulus, terutama soal masalah administratif yang sempat menimpa klub.
Dalam wawancara eksklusif dengan Bola.com di Jakarta, Kadu Monteiro mengakui bahwa dirinya sempat mengalami keterlambatan pembayaran gaji saat masih berseragam PSBS Biak. Namun, pengalaman pahit itu tidak lantas membuatnya kapak dan ingin hengkang dari Indonesia.
"Saya tahu sepak bola di Indonesia punya dinamika sendiri. Masalah seperti itu bisa terjadi di mana saja, bukan cuma di sini," ujar Kadu dalam program Bola Break.
Kadu menegaskan bahwa alasan utamanya bertahan di Super League bukan karena faktor finansial semata. Mantan kiper akademi FC Porto itu justru melihat potensi besar dari perkembangan sepak bola Tanah Air.
"Level kompetisi di sini terus meningkat. Atmosfer stadion luar biasa, suporter sangat fanatik. Ini yang membuat saya masih ingin bermain di Indonesia," kata pemain berusia 31 tahun tersebut.
Kadu Monteiro saat ini masih berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama PSBS Biak berakhir. Ia mengaku sudah menerima beberapa tawaran dari klub Super League, namun belum mengambil keputusan final.
"Saya masih menimbang beberapa opsi. Yang pasti, saya ingin bermain di klub yang punya manajemen profesional dan target jelas," ucapnya.
Meski sempat dihadapkan pada masalah gaji, Kadu tetap memberikan apresiasi kepada PSBS Biak. Ia menilai klub asal Papua itu punya potensi besar untuk berkembang di masa depan.
"PSBS adalah klub yang punya basis suporter fanatik. Saya senang pernah membela mereka, meski ada beberapa hal yang perlu dibenahi di sisi manajemen," jelas Kadu.
Kadu Monteiro menjadi salah satu dari segelintir pemain asing yang memilih bertahan di Indonesia meski memiliki pengalaman kurang menyenangkan. Keputusannya untuk tetap bermain di Super League menjadi bukti bahwa kompetisi sepak bola Indonesia tetap punya daya tarik tersendiri di mata pemain internasional.