Benteng Kuto Besak Ternyata Dibangun Putra Daerah, Bukan Penjajah – Herman Deru Ungkap Fakta Sejarah di Balik Revitalisasi

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Senin, 29 Juni 2026 | 16:33:01 WIB
Gubernur Herman Deru menegaskan Benteng Kuto Besak dibangun oleh putra daerah untuk mempertahankan wilayah Palembang.

PALEMBANG — Selama ini publik mengira Benteng Kuto Besak merupakan peninggalan kolonial Belanda. Namun Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membantah anggapan itu. Ia menyebut benteng yang mulai dibangun pada 1780 itu justru dirancang dan didirikan oleh masyarakat asli Palembang untuk mempertahankan wilayahnya.

"Yang lebih membanggakan, Benteng Kuto Besak merupakan salah satu benteng besar yang dibangun oleh putra daerah, bukan oleh penjajah. Benteng ini dibangun untuk mempertahankan masyarakat Sumsel pada masa itu. Ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga," kata Herman Deru di lokasi, Ahad (28/6/2026).

Revitalisasi Digarap TNI, Pemprov Siapkan Fasilitas Pendukung

Pernyataan itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan topping off revitalisasi Benteng Kuto Besak yang diselenggarakan Kodam II/Sriwijaya. Ia mengapresiasi langkah TNI yang telah menata kawasan bersejarah ini menjadi ruang publik yang layak dikunjungi.

"Ini merupakan langkah yang sangat penting, yaitu mengangkat satu titik yang sangat legendaris di Kota Palembang, yakni Benteng Kuto Besak," ujarnya.

Menurut Herman Deru, pembukaan kawasan BKB untuk masyarakat umum merupakan sebuah legacy yang akan dikenang. Sebab, selama ini warga hanya bisa melihat benteng dari luar tanpa tahu sejarah panjang di balik tembok kokohnya.

Sejarah Jadi Identitas, Bukan Sekadar Objek Wisata

Gubernur Sumsel menekankan bahwa pengembangan BKB tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata. Ia mendorong agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya juga diangkat dan diajarkan kepada generasi muda.

"Tidak mungkin ada masa kini tanpa masa lalu. Benteng Kuto Besak memiliki nilai sejarah, bukan hanya bagi masyarakat Palembang, tetapi juga Sumatera Selatan, bahkan Indonesia," tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, para budayawan, hingga masyarakat dapat bersama-sama mendukung dan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan. Targetnya, kawasan ini benar-benar menjadi destinasi wisata sejarah yang membanggakan.

Revitalisasi Benteng Kuto Besak menjadi salah satu proyek prioritas di Palembang. Dengan selesainya penataan tahap awal, kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin menyelami sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top