SUMATERA SELATAN — Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah komando Danantara perlahan menunjukkan kilau. Hingga April 2026, sebanyak 22 perusahaan pelat merah berhasil membalikkan atau meningkatkan laba mereka secara signifikan. Sektor energi, pertambangan, perbankan, konstruksi, hingga industri jasa kompak menorehkan catatan positif.
PT Pertamina menjadi kontributor laba terbesar dengan torehan Rp24,9 triliun, naik sekitar 80 persen dibandingkan April 2025. Di sektor pertambangan, holding BUMN tambang MIND ID membukukan laba Rp14,1 triliun, tumbuh 31 persen. Sektor perbankan juga tak kalah moncer: Bank Mandiri mencatat laba Rp21,3 triliun (naik 13 persen), sementara BRI membukukan Rp21,2 triliun (naik 15 persen).
Yang paling mencengangkan datang dari Bank BTN. Perseroan berhasil membukukan laba Rp1,4 triliun, melesat 1.339 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh BUMN yang melaporkan kinerja.
Sejumlah BUMN yang sebelumnya terpuruk kini berhasil bangkit. Krakatau Steel berbalik dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar setelah menjalani restrukturisasi dan suntikan permodalan. LEN Indonesia juga berhasil memutihkan rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar. Kimia Farma mencatat laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar.
Semen Indonesia kembali ke jalur hijau dengan laba Rp106 miliar, sementara Agrinas Pangan berhasil membalikkan rugi menjadi untung Rp465 miliar. Danareksa juga menorehkan laba Rp43 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian.
Di sektor konstruksi, Hutama Karya mencatat laba Rp628 miliar (naik 40 persen), ADHI Karya melesat 667 persen menjadi Rp69 miliar, dan Pelindo menorehkan laba Rp1,5 triliun (naik 169 persen). InJourney, induk usaha sektor pariwisata, membukukan laba Rp300 miliar atau naik 33 persen.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. “Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” ujar Dony.
Ia menambahkan, Danantara akan terus menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan melalui saluran resmi sebagai bentuk transparansi. Harapannya, tren positif ini bisa berlanjut dan BUMN semakin mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. Dengan perbaikan di sektor perbankan, energi, hingga konstruksi, transformasi ini tak hanya menguntungkan negara, tetapi juga para pemegang saham dan masyarakat luas.