Gubernur Sumsel Targetkan Harga TBS Sawit Petani Tergenjot Usai Program B50 Dimulai 1 Juli 2026

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 11:49:31 WIB
Gubernur Sumsel optimis program B50 mulai Juli 2026 akan meningkatkan harga TBS sawit petani.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan menyatakan optimisme terhadap dampak positif program B50 terhadap harga TBS sawit rakyat. Kebijakan pencampuran solar dengan 50 persen biodiesel berbasis sawit itu diyakini bakal mendongkrak permintaan CPO dalam negeri secara drastis.

B50 Dinilai Jadi Motor Baru Permintaan CPO Dalam Negeri

Program B50 merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel yang selama ini sudah berjalan. Dengan kadar campuran yang lebih tinggi, kebutuhan CPO untuk bahan baku biodiesel dipastikan melonjak.

Gubernur Sumsel menilai peningkatan serapan CPO di dalam negeri akan langsung berdampak pada harga TBS di tingkat petani. Selama ini, harga TBS sangat bergantung pada fluktuasi harga CPO global dan kebijakan ekspor.

Mengapa Petani Sawit Sumsel Sangat Bergantung pada Program Ini?

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Ribuan petani swadaya menggantungkan hidupnya pada perkebunan sawit.

Ketika permintaan CPO global melemah atau harga anjlok, petani menjadi pihak yang paling terdampak. Program B50 diharapkan menjadi bantalan harga yang stabil karena penyerapan dilakukan oleh pasar domestik secara kontinu.

“Kami berharap dengan adanya program B50, harga TBS sawit petani di Sumsel akan terus terdongkrak. Ini menjadi angin segar bagi petani,” ujar Gubernur Sumsel dalam pernyataan resminya.

Kesiapan Infrastruktur dan Pasokan Bahan Baku

Pemerintah pusat dan daerah terus mematangkan persiapan menjelang implementasi B50 pada pertengahan 2026. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kesiapan infrastruktur pencampuran biodiesel di depot-depot bahan bakar minyak.

Selain itu, pasokan minyak sawit mentah sebagai bahan baku utama juga harus terjamin. Sumsel sebagai salah satu lumbung CPO nasional dipastikan siap menyokong kebutuhan tersebut.

Dengan dimulainya program ini, harga TBS di tingkat petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar ekspor. Pemerintah berharap kesejahteraan petani sawit di Sumatera Selatan bisa meningkat secara bertahap.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: sumatra.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top