SUMATERA SELATAN — Apple memperbarui laman refurbished atau rekondisi di situs resminya dengan menghadirkan iPhone 16e. Langkah ini memberi alternatif baru bagi konsumen yang ingin menghemat pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas perangkat. Harga varian termurah, iPhone 16e dengan penyimpanan 128 GB, dibanderol 419 dolar AS (sekitar Rp 6,9 juta), lebih murah 180 dolar AS (sekitar Rp 2,9 juta) dari harga barunya yang 599 dolar AS (sekitar Rp 9,9 juta).
Apple menyediakan iPhone 16e rekondisi dalam tiga opsi kapasitas penyimpanan. Varian 256 GB dijual 509 dolar AS (sekitar Rp 8,4 juta), hemat 190 dolar AS (sekitar Rp 3,1 juta) dari harga normal. Sementara varian tertinggi 512 GB dibanderol 679 dolar AS (sekitar Rp 11,2 juta), dengan diskon paling besar yakni 220 dolar AS (sekitar Rp 3,6 juta).
Semua unit yang dijual dalam kondisi unlocked alias tidak terikat operator, dan tersedia dalam dua pilihan warna: hitam dan putih. Total ada enam kombinasi varian yang bisa dipilih langsung dari laman resmi Apple.
Harga refurbished Apple memang tidak selalu menjadi yang termurah di pasar barang bekas. Namun, proses rekondisi internal pabrikan Cupertino ini dikenal sangat ketat. Setiap unit diperiksa menyeluruh, komponen yang rusak atau aus langsung diganti dengan suku cadang asli Apple, lalu dibersihkan dan dikemas ulang dalam kotak orisinal lengkap dengan kabel dan aksesori.
"Perangkat yang Anda dapatkan dari Apple pada dasarnya seperti baru," tulis jurnalis TechRadar, Lance Ulanoff, yang membeli MacBook Pro M1 Pro dari laman refurbished Apple. Ia menambahkan bahwa satu-satunya tanda unit tersebut bukan barang baru adalah siklus baterai yang tercatat sekitar lima siklus — "masih praktis nol."
Rekan Ulanoff di TechRadar, Thomas Deehan, juga baru saja membeli iPhone 16 rekondisi dari Giffgaff dan menggambarkannya "hampir identik dengan yang bisa dibeli baru di Apple Store." Ia bahkan sempat ragu apakah dirinya tidak dikirimi iPhone baru secara tidak sengaja.
Keputusan Apple menjual iPhone 16e rekondisi di toko resminya datang di tengah kekhawatiran konsumen terhadap potensi kenaikan harga jajaran iPhone. Spekulasi beredar luas bahwa Apple akan menaikkan harga iPhone secara signifikan pada ajang peluncuran September mendatang. Kenaikan harga ini sebelumnya sudah terasa di berbagai lini produk lain buatan Apple.
Dengan hadirnya opsi refurbished dari Apple langsung, konsumen memiliki jaminan kualitas dan garansi yang tidak bisa didapatkan dari pembelian di pasar barang bekas biasa seperti eBay atau marketplace lokal. Meskipun harga di jalur second-market bisa lebih murah, risiko menerima perangkat dengan komponen non-orisinal atau kondisi fisik yang buruk lebih tinggi.
Bagi pengguna di Indonesia, iPhone 16e rekondisi dari Apple AS saat ini belum bisa dibeli langsung melalui situs resmi Apple Indonesia yang belum melayani penjualan refurbished. Namun, opsi ini bisa dijadikan patokan harga ideal saat mencari unit serupa di distributor atau toko re-seller Tanah Air. Jika Anda mengincar iPhone dengan harga lebih rendah tanpa mengorbankan ketenangan pikiran, kesempatan ini layak dipertimbangkan sebelum harga resmi berubah.