Bapenda Sumsel Optimistis Capai Target Pajak Rp4,07 Triliun, Realisasi Semester I Tembus Rp1,87 Triliun

Penulis: Ahmad Syukri  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:33:01 WIB
Realisasi pajak daerah Sumsel semester I 2026 capai Rp1,87 triliun atau 46 persen dari target.

PALEMBANG — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Selatan mencatat realisasi penerimaan pajak daerah hingga akhir Juni 2026 sebesar Rp1.872.845.705.911. Angka ini setara 46 persen dari target tahunan yang dipatok Rp4.071.314.046.831.

"Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan berbagai langkah optimalisasi pada semester kedua," ujar Kepala Bapenda Sumsel, Achmad Rizwan, Jumat (3/7/2026).

Pajak Bahan Bakar dan Kendaraan Bermotor Dominasi Penerimaan

Dari data Bapenda, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp924,82 miliar atau 59,81 persen dari target. Disusul Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang mencapai Rp361,91 miliar atau 43,32 persen, dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp336,94 miliar atau 38,51 persen.

Sementara itu, penerimaan dari Pajak Air Permukaan tercatat Rp18,76 miliar (54,68 persen), Pajak Rokok Rp221,64 miliar (29,76 persen), serta Pajak Alat Berat Rp2,47 miliar (39,19 persen). Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) menyumbang Rp6,30 miliar atau 21,52 persen dari target.

Digitalisasi dan Jemput Bola Jadi Andalan

Untuk mendongkrak penerimaan, Bapenda Sumsel mengandalkan aplikasi SIGUNTANG (Sistem Informasi Penagihan untuk Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi). Petugas memanfaatkan aplikasi ini untuk mendata kendaraan yang menunggak sekaligus mengirimkan pengingat kepada wajib pajak.

Selain itu, program SIGUNTANG Menyapa dijalankan setiap hari Selasa secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Sumsel. Dalam program ini, petugas mendatangi langsung warga untuk memberikan edukasi dan mengingatkan mereka yang masih memiliki tunggakan.

"Melalui aplikasi SIGUNTANG dan program SIGUNTANG Menyapa, kami berharap kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan terus meningkat sehingga penerimaan daerah juga semakin optimal," kata Rizwan.

Ia menegaskan, inovasi pelayanan akan terus diperkuat pada semester kedua. Pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dinilai menjadi kunci utama meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memastikan target penerimaan pajak daerah 2026 tercapai.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top