Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Kabut Asap Palembang: "Kota Indah, Tinggal Kabut Asapnya yang Dibenahi"

Penulis: Ahmad Syukri  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:41:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Apel Akbar Satlinmas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (28/8/2026).

PALEMBANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal kabut asap yang pekat menyelimuti Kota Palembang. Di sela kunjungannya menghadiri Apel Akbar Satlinmas dalam rangka HUT ke-81 RI di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (28/8/2026), Dedi menilai persoalan lingkungan ini menjadi satu-satunya catatan yang perlu diluruskan dari kota yang ia kagumi tersebut.

Pujian untuk Palembang di Tengah Kepungan Asap

Di hadapan para anggota Satlinmas, Dedi Mulyadi tidak menahan kekagumannya terhadap Palembang. Ia menyebut kota ini memiliki segalanya, mulai dari jejak sejarah Kerajaan Sriwijaya yang kuat hingga kekayaan kuliner yang membuatnya terkesan.

“Palembang, kota yang indah. Kemudian punya sejarah Kerajaan Sriwijaya yang kuat, musiknya itu sangat membuat kita takjub, ikan patinnya enak,” kata Dedi Mulyadi di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (28/8/2026).

Namun, di balik pesona tersebut, Dedi menyoroti kualitas udara yang tengah memburuk. Ia menegaskan satu hal yang menurutnya perlu segera dibereskan oleh pemerintah daerah setempat.

“Jadi tinggal kabut asapnya yang dibenahi,” ujarnya.

Meski Palembang tengah diselimuti asap, Dedi memastikan perjalanan udaranya menuju kota tersebut tidak mengalami gangguan.

Linmas: Garda Terdepan yang Kerap Terlupakan

Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyoroti nasib anggota Satlinmas yang menurutnya memiliki cakupan tugas sangat luas namun kerap luput dari perhatian negara. Ia mencontohkan berbagai peran yang selama ini diemban Linmas di tengah masyarakat.

“Yang jaga hajatan Linmas, yang kebakaran Linmas, kemudian yang setiap malam ronda Linmas, ngurusin air di sawah Linmas,” kata Dedi.

Ia menyebutkan, besarnya tanggung jawab tersebut tidak selalu diimbangi dengan perlindungan yang memadai. Bahkan, masih banyak anggota Linmas yang mengabdi hingga usia lanjut, seperti di Jawa Barat yang memiliki anggota aktif berusia 82 tahun.

Dorongan Jaminan Sosial untuk Anggota Satlinmas

Atas dasar itu, Dedi Mulyadi mendorong agar seluruh anggota Satlinmas di Indonesia mendapatkan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan anggota Linmas dan keluarganya memiliki kepastian saat menghadapi risiko dalam menjalankan tugas.

“Sehingga ketika mereka sakit, ketika mereka mengalami kecelakaan dalam melaksanakan tugas dan ketika meninggal, ada santunan bagi keluarga,” tegas Dedi.

Dedi menilai negara perlu memberikan penghargaan yang sepadan dengan pengabdian panjang Linmas yang tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan sosial di tingkat masyarakat.

“Keberadaan Satlinmas tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan sosial di tingkat masyarakat. Karena itu, sudah semestinya negara maupun pemerintah memberikan penghargaan dan perlindungan kepada mereka,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top