BEKASI — Kekalahan Sumsel United diwarnai dua momen yang menentukan: kartu kuning kedua Wafa Habibi pada menit 55 dan sundulan Junior Baptista jelang bubaran. Bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan, Laskar Juaro tetap melancarkan sejumlah serangan yang mengancam gawang tuan rumah, tetapi tidak satu pun berbuah gol.
Pelatih Sumsel United, M Nasuha, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Menurutnya anak asuhnya mampu bermain baik, membuat peluang, dan layak mendapatkan poin di laga ini.
"Di babak pertama kami bermain sangat baik, namun kekurangan jumlah pemain membuat kami harus merubah strategi. Namun saya senang karena kami juga mampu memberikan tekanan ke tim tuan rumah," jelasnya.
Di babak pertama, Sumsel United mampu menguasai jalannya pertandingan dan membuat beberapa peluang untuk mencetak gol. Sepakan Kenneth Ngwoke di ujung babak pertama nyaris merobek gawang Semen Padang yang dijaga Mulyadi Rani, eks pemain Sumsel United musim lalu.
Tendangan keras Ngwoke masih membentur tiang gawang. Babak pertama ditutup dengan skor imbang tanpa gol.
Eks pemain timnas ini menyoroti keputusan wasit yang sempat merubah keputusan saat Kenneth Ngwoke dilanggar di kotak penalti. Setelah melakukan pengecekan VAR, wasit memutuskan offside dan membatalkan kemungkinan penalti.
"Kami juga sempat bingung dengan keputusan wasit yang setelah melakukan pengecekan VAR memutuskan offside dan membatalkan kemungkinan penalti. Tetapi saya berterima kasih kepada seluruh pemain yang sudah berjuang hingga menit akhir, kedepan semua akan kami evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi," tegasnya.
Sumsel United akan kembali berlaga pada Sabtu (7/11) mendatang dengan menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Laga itu sekaligus menutup putaran pertama kompetisi.
Bagi Laskar Juaro, menutup putaran pertama dengan hasil positif di kandang sendiri menjadi harga mati setelah poin penuh lepas di Bekasi.