PALEMBANG — Pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menunjukkan angka partikulat halus bergerak dari 64,2 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB menjadi 89,2 µg/m³ satu jam berselang. Keduanya masuk kategori kuning atau tidak sehat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menyebut arah angin dari timuran membawa partikulat dari titik panas di OKI. "Kalau arah angin masih dari timuran, bisa jadi partikulat halus yang terdeteksi bersumber dari asap karhutla dari wilayah OKI, ditambah juga polusi dari asap kendaraan yang ada," ujarnya, Senin (2/11/2026).
Data stasiun mencatat konsentrasi PM2.5 sempat berada di 82,1 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB. Angka itu kemudian turun ke rentang 34,9–52,1 µg/m³ atau kategori sedang pada beberapa jam berikutnya, sebelum kembali naik pada pagi hari.
Pola naik-turun ini membuat kualitas udara belum stabil. Wandayantolis menyebut kondisi hari ini masih lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat menyentuh level berbahaya.
"Kondisi saat ini masih lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat tercatat pada level berbahaya. Namun, kita mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara, apalagi jika karhutla masih terjadi," jelasnya.
Pada Mei lalu, pemantauan di titik yang sama mencatat kualitas udara kategori baik hingga sedang. Angka harian PM2.5 kala itu tidak pernah menembus 50 µg/m³.
Selisih itu memperkuat dugaan bahwa asap karhutla menjadi penentu utama buruknya udara Palembang saat ini. "Artinya kondisi saat ini masih dominan karena asap karhutla yang terjadi," tambah Wandayantolis.
Wandayantolis meminta warga tetap memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Angka PM2.5 dalam beberapa hari terakhir masih berfluktuatif pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Warga Palembang yang hendak beraktivitas pagi disarankan memantau angka PM2.5 terbaru sebelum keluar rumah. Kelompok rentan seperti anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan perlu pembatasan aktivitas luar ruang selama karhutla di OKI belum tertangani.
Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel belum menyampaikan proyeksi durasi paparan asap. Pembaruan data PM2.5 Musi 2 menjadi acuan utama untuk melihat arah perbaikan kualitas udara Palembang dalam beberapa hari ke depan.