SUMATERA SELATAN — Memilih sepatu lari yang tepat bukan sekadar soal gaya, tapi soal mencegah cedera dan menjaga performa tetap stabil. Memasuki 2026, teknologi sol dan busa makin bervariasi, jadi penting tahu mana yang cocok untuk kebutuhan lari harian atau latihan kecepatan. Berikut lima sepatu yang sudah diuji langsung oleh The Run Testers.
Setiap pelari punya kebutuhan berbeda: ada yang butuh bantalan empuk untuk lari santai, ada yang mengejar responsivitas untuk latihan pace cepat. The Run Testers, yang rutin menguji ratusan sepatu setiap tahun, merilis daftar sepatu terbaik 2026 berdasarkan spesifikasi sol, bobot, dan kenyamanan pemakaian. Daftar ini bisa jadi acuan sebelum kamu memutuskan membeli.
New Balance merombak besar bahan sol pada seri ini. NB 1080 v15 meninggalkan teknologi Fresh Foam X dan beralih ke Infinion Foam, yaitu Supercritical Foam campuran TPA dan EVA.
Hasilnya, sepatu terasa empuk, ringan, dan berpijakan halus. Ada sensasi memantul dan responsif saat kecepatan lari bertambah, sehingga cocok dijadikan sepatu lari harian.
Asics memperbaiki seri ini dibanding versi sebelumnya. Novablast 6 tetap memakai midsole FF Blast Max, tapi ditambah busa FF Turbo Squared di bagian bawah depan kaki.
Tambahan itu membuat sepatu lebih responsif dan lebih pas untuk lari cepat. Kalau kamu mencari bantalan empuk yang tetap bisa diajak sprint, ini salah satu kandidat kuat.
Megablast resmi rilis pada 2025, tapi The Run Testers tetap memasukkannya ke kategori best fast trainers 2026 karena teknologinya masih kompetitif. Bobotnya 241 gram untuk ukuran UK 9.
Sepatu ini memakai FF Turbo Squared yang responsif di bagian tengah sol. Catatan utamanya: harga dibanderol cukup tinggi. Meski begitu, Megablast menggabungkan kenyamanan dan kecepatan dengan baik.
Evo SL jadi salah satu sepatu paling banyak peminatnya dari tahun ke tahun. Adidas merilis Evo SL Woven sebagai seri baru, tapi perbedaannya hanya di bagian upper; sisanya sama dengan Evo SL biasa.
Sepatu ini memakai midsole Lightstrike Pro yang responsif dengan bobot 224 gram (UK 9). Outsole-nya mencengkeram baik tanpa menambah bobot berlebih, cocok untuk lari latihan cepat maupun lari santai karena busa solnya lembut.
Hoka memperbaiki seri Clifton yang populer lewat Clifton Pro, rilis pertengahan 2026 bersamaan dengan Clifton 11. Keunggulannya ada pada teknologi PROGLIDE+ berbasis busa Supercritical EVA (SCPF-EVA).
Teknologi itu memberi keseimbangan antara lari jarak jauh dan jarak dekat. Clifton Pro jadi pilihan masuk akal bagi pelari yang ingin satu sepatu untuk berbagai sesi latihan.
Dari lima pilihan di atas, keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan lari, bentuk kaki, dan anggaranmu. Pelari harian bisa melirik New Balance 1080 v15 atau Hoka Clifton Pro, sementara yang mengejar kecepatan punya Asics Novablast 6, Megablast, dan Adidas Adizero Evo SL.