Hujan di Sumsel Dipicu Dinamika Atmosfer dan OMC, Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 5 November 2026

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:31:32 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, menyampaikan potensi pertumbuhan awan di Sumsel masih cukup masif hingga 30 Oktober 2026.

PALEMBANG — Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menyatakan potensi pertumbuhan awan di Sumsel masih cukup masif hingga 30 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan dari pagi hingga malam, dengan pertumbuhan awan sporadis terlihat di sejumlah titik.

Wilayah yang diamati mencakup Sumatera Selatan bagian barat, wilayah tengah, hingga kawasan timur. Perhatian utama diarahkan ke Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Dua Faktor di Balik Hujan 24-28 Oktober 2026

Siswanto menjelaskan, hujan yang terpantau pada 24-28 Oktober 2026 terjadi karena adanya potensi pertumbuhan awan secara alami. Di sisi lain, OMC tetap dijalankan untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah Sumsel.

"Ya benar, jadi dari sisi dinamika atmosfer, hujan yang terpantau dari sejak tanggal 24 hingga dengan tanggal 28 Oktober 2026 ini. Tentunya boleh kami sampaikan ini memang secara dinamika atmosfer sudah ada potensi pertumbuhan awan, namun saat ini di posko OMC juga masih berlanjut sejak dari tanggal 16 sampai dengan 5 November," ucapnya.

Prioritas Semai Awan: Lahan Gambut yang Terbakar

Pelaksanaan OMC akan terus diintensifkan dengan menyasar awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Prioritas penyemaian diarahkan ke wilayah lahan gambut yang telah terbakar.

Tim OMC akan memasifkan pembawaan bahan semai NaCl untuk ditargetkan ke awan berpotensi hujan. Siswanto menyebut wilayah sasaran utama meliputi OKI, Ogan Ilir (OI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

"Tentunya tim OMC akan memasifkan atau membawa bahan semai NaCl untuk ditargetkan beberapa awan yang memang berpotensi hujan khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut yang sudah terbakar khususnya di wilayah OKI, kemudian OI, Banyuasin dan Musi Banyuasin," ungkapnya.

Potensi Awan Masif hingga Akhir Oktober

Hingga 30 Oktober 2026, potensi pertumbuhan awan di Sumsel dinilai masih cukup masif. Pemantauan pada 28 Oktober 2026 sendiri menunjukkan pertumbuhan awan sporadis yang terlihat sejak pagi.

"Sampai dengan 30 Oktober 2026, potensi pertumbuhan awan yang ada di Sumatera Selatan ini cukup masif," kata dia, Rabu (28/10/2026).

Operasi penyemaian awan dijadwalkan berjalan hingga 5 November 2026. Perpanjangan maupun penghentian operasi akan bergantung pada perkembangan pertumbuhan awan dan kondisi lahan gambut yang terbakar di wilayah sasaran.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top