OGAN ILIR — Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., melakukan silaturahmi dengan pengurus FKUB Kabupaten Ogan Ilir di kediaman Ketua FKUB. Pertemuan itu dihadiri Ketua FKUB H. Muhammad Rido, S.Ag., Kasat Intelkam Polres Ogan Ilir AKP Hendry Antonius, S.H., Kasat PPA PPO Polres Ogan Ilir IPTU Dr. Tri Nensy Nirmalasary, S.H., M.M., serta anggota FKUB Ustaz Herman.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana keakraban itu menjadi ajang memperkuat koordinasi antara aparat kepolisian dan tokoh agama. Kapolres Rizka Aprianti menekankan pentingnya sinergi Polri dengan FKUB dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Ogan Ilir.
FKUB Tegaskan Peran Mediasi Konflik Keagamaan
Dalam pertemuan tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Ogan Ilir H. Muhammad Rido menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres beserta jajaran. Ia berharap hubungan antara FKUB dan Polres Ogan Ilir semakin erat dalam merawat kerukunan antarumat beragama.
“Kita dari FKUB menegaskan komit untuk terus menjadi wadah komunikasi dan mediasi apabila muncul persoalan maupun potensi konflik terkait kehidupan beragama,” ujarnya. Ia menambahkan, “Termasuk persoalan pendirian rumah ibadah, agar seluruh penyelesaiannya dilakukan melalui dialog dan sesuai ketentuan yang berlaku.”
Kapolres: Peran Tokoh Agama Kunci Stabilitas
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pengurus FKUB. Menurutnya, sinergi antara Polri dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Kami berharap FKUB Kabupaten Ogan Ilir terus mendukung dan bersinergi bersama Polres Ogan Ilir dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” kata Kapolres.
Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya rutin Polres Ogan Ilir dalam membangun komunikasi dengan elemen masyarakat, khususnya pemuka agama, guna mencegah potensi gangguan keamanan yang berakar pada isu kerukunan. Kedua pihak sepakat akan terus menjalin dialog berkala dan berkoordinasi dalam setiap persoalan yang muncul di lapangan.