PALEMBANG — PT Hutama Karya (Persero) memastikan Jembatan Musi V telah memenuhi standar keamanan struktur setelah melalui serangkaian uji beban statik dan dinamik. Sertifikat PLF diterbitkan berdasarkan rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang menilai seluruh aspek teknis dan keselamatan jembatan telah terpenuhi.
Uji Beban dan Sensor Pemantauan Real-Time
Proses evaluasi teknis tidak hanya menguji kekuatan struktur jembatan bertipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder dengan bentang utama 380 meter itu. Jembatan yang melintasi Sungai Musi ini juga telah dilengkapi sensor pemantauan struktur yang terintegrasi dalam dashboard monitoring.
Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus, Armen Adekristi, menjelaskan bahwa sistem ini akan didukung command center terpusat ke depannya. “Kondisi jembatan dapat dipantau secara real time,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Armen menambahkan, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2022, pengelola wajib melaksanakan pemantauan dan pemeliharaan berkala serta menyampaikan laporan tahunan. Sertifikat PLF ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi KKJTJ setelah evaluasi teknis dinyatakan memenuhi persyaratan.
Dua Pekerjaan Krusial: Jembatan dan Konsolidasi Lahan
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyebut ada dua pekerjaan paling krusial dalam proyek Tol Palembang–Betung. Pertama, Jembatan Musi V yang strukturnya telah rampung pada akhir tahun lalu dan sempat difungsionalkan saat arus mudik Natal, Tahun Baru, dan Idulfitri. Kedua, pekerjaan vacuum consolidation untuk memadatkan tanah lunak di sepanjang trase tol.
“Berkat kolaborasi seluruh pihak, kedua tantangan tersebut berhasil kami selesaikan dengan baik,” kata Iwan. Ia optimistis jalan tol yang telah lama dinantikan masyarakat Sumatera Selatan itu rampung sesuai target sehingga mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas.
Progres Konstruksi 85,54%, Lahan 88,43%
Hingga saat ini, progres konstruksi ruas tol yang terbagi dalam tiga seksi—Palembang–Rengas (21,50 km), Rengas–Pangkalan Balai (33,00 km), dan Pangkalan Balai–Betung (14,69 km)—baru mencapai 85,54%. Sementara progres pengadaan lahan sudah di angka 88,43%.
Hutama Karya berkomitmen menuntaskan pembangunan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan keselamatan. Jalan Tol Palembang–Betung merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.