PALEMBANG — Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 yang digelar pada 5-7 Agustus 2026. Agenda ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja operasi hulu migas, merancang strategi optimasi, serta memperkuat kompetensi personel di bidang operasi produksi, lifting, pengeboran, dan keselamatan kerja.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang evaluasi rutin. Ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta inovasi yang telah diterapkan oleh masing-masing KKKS.
Lifting Minyak Kondensat Tembus 99 Persen
Bambang menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh KKKS yang membuat wilayah Sumbagsel meraih capaian sangat baik. Realisasi produksi dan lifting gas serta minyak kondensat pada Semester I telah mencapai lebih dari 90 persen terhadap target WP&B.
"Selain itu, pencapaian lifting terhadap produksi minyak kondensat tercatat lebih dari 99 persen, yang mencerminkan optimalnya penyaluran hasil produksi," tegas Bambang dalam keterangannya.
Target Semester II: Pertahankan Momentum
Menurut Bambang, capaian tersebut menjadi landasan kuat untuk terus meningkatkan kinerja pada Semester II Tahun 2026. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi secara terbuka dan bertukar gagasan.
"Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi secara terbuka, bertukar gagasan, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara nyata," ungkapnya.
Rapat kerja yang mengangkat tema "Operasi Andal, Aman dengan Pengelolaan Handak yang Optimal" ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan bahan peledak (handak) dalam menunjang operasi pengeboran. Penguatan kompetensi personel di bidang ini menjadi salah satu fokus utama agar target produksi dan lifting tahun 2026 dapat tercapai maksimal.