OGAN KOMERING ILIR — Rombongan Pemkab Muba meninjau demplot restorasi gambut yang sebelumnya mengalami kebakaran berulang. Area di Kelurahan Kedaton itu kini mulai pulih melalui penanaman vegetasi khas rawa gambut, seperti jelutung, ramin, dan belangeran.
Kabupaten OKI dipilih sebagai lokasi peninjauan karena memiliki kawasan gambut yang luas. Selain menanam demplot bambu, rombongan melihat langsung infrastruktur pembasahan gambut yang menjadi kunci pencegahan karhutla.
Kegiatan lapangan di OKI merupakan rangkaian Rakornas yang digelar di Hotel Swarnadipa, Palembang, Kamis (29/10/2026). Forum itu menjadi ajang konsolidasi kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla pada 2027.
Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional Satyawan Pudyatmoko turut hadir. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKI Muchendri Mahzareki juga mengikuti peninjauan.
Herman Deru menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan kearifan lokal dalam menjaga kawasan gambut. Menurutnya, pengelolaan gambut harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Gubernur mendorong kabupaten yang memiliki potensi gambut menjadi mitra aktif dalam program pembinaan dan pencegahan karhutla. Salah satu potensi lokal yang perlu dikembangkan kembali adalah peternakan kerbau rawa sebagai bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan gambut.
Wabup Muba menilai pelestarian ekosistem gambut tidak bisa dikerjakan satu daerah sendirian. Kerja sama lintas wilayah dibutuhkan agar pencegahan kebakaran, pemulihan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan berkelanjutan.
"Pelestarian ekosistem gambut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antardaerah. Melalui pembelajaran keberhasilan di Kabupaten OKI, Pemkab Muba siap mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan secara bijak demi menjaga kelestarian alam sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat," tegas Abdur Rohman.
Pengalaman OKI menjalankan program restorasi gambut dinilai layak dikaji untuk diterapkan sesuai kondisi dan karakteristik Musi Banyuasin. Dalam kunjungan itu, Abdur Rohman didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba M. Thabrani Rizki bersama sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.
Kehadiran Pemkab Muba memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Fokusnya mempelajari model restorasi, pengelolaan tata air, serta strategi mitigasi karhutla.
Hasil kunjungan diharapkan menjadi referensi pengembangan langkah pelestarian gambut yang sesuai potensi daerah. Upaya itu tidak hanya mengurangi risiko karhutla, tetapi juga menjaga fungsi ekologis gambut dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi warga Muba.