Pencarian

Bunda Literasi Palembang Ajak Orang Tua Bacakan Cerita 15 Menit Sehari demi Kurangi Kecanduan Gawai Anak

Senin, 08 Juni 2026 • 21:04:02 WIB
Bunda Literasi Palembang Ajak Orang Tua Bacakan Cerita 15 Menit Sehari demi Kurangi Kecanduan Gawai Anak
Dewi Sastrani mengajak orang tua membacakan cerita 15 menit sehari untuk membentuk karakter anak.

PALEMBANG — Dewi Sastrani menyebut metode membacakan cerita dengan keras, atau read aloud, bukan sekadar aktivitas membaca biasa. Menurutnya, cara ini mampu memperkuat imajinasi, karakter, dan kecintaan anak terhadap buku sejak usia dini.

"Berias yang kita lakukan hari ini bukan untuk mempercantik wajah, tetapi mempercantik akal budi, memperkaya imajinasi, dan membangun masa depan anak-anak melalui kekuatan cerita," ujar Dewi di hadapan siswa-siswi SD Negeri 23 Palembang yang hadir dalam kegiatan tersebut.

15 Menit Sehari Jadi Fondasi Karakter Anak

Dewi menjelaskan bahwa waktu 15 menit setiap hari bukanlah waktu yang panjang. Namun, jika dilakukan konsisten, kebiasaan itu bisa menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

"Luangkan waktu 15 menit setiap hari untuk membacakan cerita kepada anak. Waktu yang singkat itu akan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan mereka," ungkapnya.

Kegiatan BERIAS digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343. Acara ini juga dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Palembang, Ida Royani Aprizal Hasyim.

Tantangan Literasi di Era Digital: Gawai vs Buku

Dewi menyoroti bahwa tantangan literasi saat ini bukan lagi minimnya akses terhadap buku. Justru, tingginya paparan gawai dan media sosial menjadi penghalang utama anak-anak untuk membaca.

"Anak-anak saat ini sering kali lebih dekat dengan layar digital dibandingkan buku. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini," katanya.

Ia menegaskan bahwa Bunda Literasi dan organisasi perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun budaya literasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dewi mengajak seluruh Bunda Literasi, DWP, guru, serta orang tua untuk menjadikan kegiatan BERIAS sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.

Buku adalah Jendela Dunia, Membaca Buka Peluang Masa Depan

Di hadapan para pelajar, Dewi juga memotivasi mereka untuk gemar membaca dan terus menuntut ilmu. Menurutnya, para pemimpin masa depan lahir dari kebiasaan membaca dan belajar sejak usia dini.

"Buku adalah jendela dunia. Rajin membaca akan membuka lebih banyak kesempatan dan pengetahuan untuk meraih cita-cita," tuturnya.

Pada akhir sambutannya, Dewi menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Bunda Literasi Kecamatan Bukit Kecil, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan BERIAS. Ia berharap gerakan literasi ini terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga mampu mewujudkan generasi Palembang yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

Bagikan
Sumber: divianews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks