PALEMBANG — Ban yang aus tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi secara langsung meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat jalan basah. Honda Sumsel melalui kampanye #Cari_Aman membagikan panduan sederhana bagi pengendara untuk mengenali kapan ban motor harus segera diganti.
TWI: Indikator Paling Akurat dari Keausan Ban
Salah satu cara termudah adalah melihat Tread Wear Indicator (TWI). TWI adalah tonjolan kecil di sela-sela alur ban. Jika permukaan tapak ban sudah sejajar dengan indikator ini, artinya ketebalan ban telah mencapai batas minimum.
Dalam kondisi seperti ini, daya cengkeram ban terhadap aspal menurun drastis. Risiko aquaplaning—kehilangan traksi akibat genangan air—juga meningkat signifikan. Pengendara diimbau untuk tidak menunda penggantian begitu TWI sudah terlihat jelas.
Retak di Dinding Samping: Tanda Material Karet Mulai Tua
Selain alur yang aus, kondisi fisik ban juga perlu diperiksa secara berkala. Honda Sumsel menekankan bahwa retakan pada dinding samping maupun permukaan tapak menunjukkan material karet mulai mengalami penuaan. Ban dengan kondisi retak-retak tetap berbahaya meski alurnya masih dalam.
Pemeriksaan rutin ini menjadi bagian dari kampanye #Cari_Aman yang digagas Honda Sumsel untuk menjaga keselamatan pengendara di jalan raya Sumatera Selatan. Pengendara didorong untuk menjadikan pengecekan ban sebagai kebiasaan sebelum bepergian.