Pencarian

Sumsel Gandeng Investor China Bangun PLTA 500 MW di OKU Selatan, Target Rampung 15 Bulan

Jumat, 26 Juni 2026 • 15:56:01 WIB
Sumsel Gandeng Investor China Bangun PLTA 500 MW di OKU Selatan, Target Rampung 15 Bulan
Pemerintah Sumsel menggandeng investor China untuk membangun PLTA 500 MW di OKU Selatan.

PALEMBANG — Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas raksasa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi menggandeng investor asal China untuk merealisasikan proyek yang bisa menghasilkan listrik hingga 500 megawatt (MW) tersebut.

Proyek ini akan dibangun di Desa Negeri Cahaya, Kecamatan Beringin, OKU Selatan. Pelaksana pembangunan adalah PT Midigio, sementara pendanaan dan teknologi berasal dari Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co., Ltd. Tahap konstruksi dijadwalkan dimulai setelah seremoni peletakan batu pertama, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 15 bulan.

Mengapa Sumsel Butuh PLTA Baru?

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa investasi ini bukan sekadar proyek listrik biasa. Ia merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah yang terus bertumbuh. “Pengembangan energi bersih di Sumsel telah menunjukkan hasil positif, salah satunya melalui operasional PLTMH di Kota Pagar Alam,” ujar Herman Deru di Palembang, Kamis.

Menurutnya, potensi sumber daya air di Sumsel sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan masuknya investor China, kapasitas listrik dari energi baru terbarukan (EBT) di provinsi ini akan meningkat drastis. Hal ini dinilai krusial untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik di masa depan, baik untuk rumah tangga maupun kawasan industri.

Investasi Jangka Panjang dan Syarat Tenaga Kerja Lokal

Chairman Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co., Ltd., Sun Mei, menyatakan pihaknya menargetkan investasi jangka menengah selama lima hingga sepuluh tahun. Ia melihat peluang besar pengembangan EBT di Sumatera Selatan. “Kami berharap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar investasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Namun, ada satu syarat non-negoisiasi dari Gubernur Herman Deru. Ia mendorong agar proyek ini menyerap tenaga kerja lokal sebanyak mungkin. “Tenaga ahli yang terlibat diharapkan dapat melakukan transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal,” tegasnya. Dengan begitu, dampak ekonomi dari investasi miliaran rupiah ini bisa langsung dirasakan oleh warga sekitar lokasi proyek.

Percepatan Perizinan Jadi Kunci

Agar proyek tidak molor, Herman Deru meminta jajarannya untuk mempercepat proses perizinan. Ia juga menginstruksikan investor untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila menemui kendala selama proses pembangunan. Langkah ini diambil untuk memastikan target penyelesaian 15 bulan bisa tercapai tanpa hambatan birokrasi yang berarti.

Proyek PLTA ini direncanakan memiliki kapasitas antara 200 MW hingga 500 MW, tergantung hasil studi kelayakan final. Jika terealisasi penuh, ini akan menjadi salah satu PLTA terbesar di Sumatera dan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan di wilayah selatan Pulau Sumatera.

Bagaimana Dampaknya bagi Warga OKU Selatan?

Kehadiran PLTA ini diyakini akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kabupaten OKU Selatan dan sekitarnya. Selama ini, sebagian wilayah di Sumsel bagian selatan masih mengalami fluktuasi tegangan listrik, terutama saat beban puncak. Dengan tambahan pasokan hingga 500 MW, keluhan pemadaman bergilir diharapkan bisa diminimalkan.

Selain itu, proyek ini membuka lapangan kerja baru selama masa konstruksi. Ratusan warga lokal diproyeksikan akan terserap sebagai pekerja bangunan, operator alat berat, hingga tenaga administrasi. Transfer teknologi dari tenaga ahli China ke tenaga kerja lokal juga menjadi nilai tambah jangka panjang bagi sumber daya manusia di daerah tersebut.

Kapan Proyek Ini Mulai Dibangun?

Pemerintah provinsi menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan dalam waktu dekat. Setelah itu, pembangunan fisik akan segera berjalan dengan target rampung dalam satu tahun tiga bulan. Investor dari China telah menyatakan komitmennya untuk merealisasikan investasi ini sesuai jadwal yang telah disepakati.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks