SUMATERA SELATAN — Start dari posisi buncit usai kualifikasi mengecewakan, Toprak Razgatlioglu justru menjadi pusat perhatian di awal balapan. Agresivitasnya di Tikungan 5 membawanya menyalip sederet pebalap dan menempel ketat Fabio Quartararo. Peluang menjadi pebalap Yamaha terbaik di Assen terbuka lebar, namun semuanya sirna saat motor mulai kehilangan kendali.
Getaran yang Tak Kunjung Reda di Tikungan Kiri
Masalah chattering—getaran berlebihan yang membuat ban kehilangan traksi—muncul secara tiba-tiba dan bertahan lama. Toprak menjelaskan gejala ini biasanya hilang saat gas dibuka, tapi kali ini tidak. "Motor mulai mengalami chattering di sisi kiri. Saya tidak mengerti penyebabnya," katanya dikutip Crash.net.
Brad Binder, pebalap KTM yang berada di belakangnya, bahkan ikut menyoroti kondisi motor Yamaha #54. "Dia mengatakan melihat motor saya, terutama di Tikungan 9, mengalami chattering yang luar biasa dan sama sekali tidak berhenti," ungkap Toprak.
Upaya Heroik Berujung Keputusan Pahit
Toprak tak langsung menyerah. Ia mengubah gaya pengereman, hanya mengandalkan rem depan di tikungan kiri seperti Tikungan 15, demi mencari sumber getaran. Namun, seluruh percobaan itu gagal. Setelah disalip Binder dan Alex Rins, ia kembali memaksa motornya hingga akhirnya sadar kondisi ini tidak bisa dilanjutkan.
"Saya mencoba mengatasinya selama beberapa lap. Tapi motor tetap mengalami chattering," ujar juara World Superbike dua kali itu. "Akhirnya saya kembali ke pit karena mustahil mengendarai motor dengan kondisi seperti itu."
Peluang Emas yang Hilang di Assen
Gagal finis di Assen menjadi pukulan telak bagi Toprak yang tengah membangun momentum sejak debut MotoGP. Laju impresifnya dari posisi start paling buncit sempat membuka peluang finis di barisan depan dan menjadi pebalap Yamaha dengan hasil terbaik pada balapan tersebut. Tim Yamaha masih belum menemukan penyebab pasti chattering yang muncul tiba-tiba di tikungan kiri tersebut.