Pencarian

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Alun-Alun Suryakencana Gede Pangrango, Kawah Wadon Masih Ditangani

Jumat, 07 Agustus 2026 • 23:27:01 WIB
Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Alun-Alun Suryakencana Gede Pangrango, Kawah Wadon Masih Ditangani
Petugas gabungan memadamkan api di Alun-Alun Suryakencana, sementara Kawah Wadon masih dalam penanganan.

SUMATERA SELATAN — Petugas gabungan dari Balai Besar TNGGP, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta relawan masih bersiaga di dua titik kritis pasca kebakaran lahan yang melanda kawasan pendakian populer tersebut pada Kamis (6/8). Fokus utama kini diarahkan ke Kawah Wadon, sementara area Alun-Alun Suryakencana yang menjadi ikon pendakian dinyatakan dalam kondisi terkendali.

Pelaksana harian BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyatakan bahwa proses pendinginan dan pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Kondisi medan yang terjal dan angin kencang menjadi kendala utama tim di lapangan.

Vegetasi Kering dan Cuaca Panas Jadi Pemicu Utama

Meski penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan Balai Besar TNGGP, faktor alam dinilai menjadi pemicu dominan. Lapisan ilalang dan vegetasi mati yang menumpuk di hamparan padang rumput seluas sekitar 50 hektare tersebut mengering sempurna akibat terik matahari yang ekstrem selama puncak kemarau.

Kondisi ini membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan ketika angin bertiup kencang. "Petugas masih berupaya memadamkan api di dua lokasi, yakni Alun-Alun Suryakencana dan Kawah Wadon," ujar Teten dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Dampak pada Aktivitas Pendakian dan Ekosistem

Kebakaran ini memaksa pengelola TNGGP melakukan penutupan sementara jalur pendakian dari berbagai pintu masuk menuju puncak. Langkah ini diambil demi keselamatan pendaki sekaligus mempermudah mobilisasi alat dan logistik pemadaman.

Dari sisi lingkungan, peristiwa ini mengancam habitat flora endemik yang tumbuh di zona sub-alpin tersebut. Padang edelweiss yang menjadi ciri khas Alun-Alun Suryakencana dilaporkan ikut terdampang, meskipun tim gabungan masih melakukan asesmen untuk menghitung total luas lahan yang hangus.

Pihak Balai Besar TNGGP menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan patroli rutin pasca pemadaman total untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dari bara yang tertinggal di bawah permukaan tanah gambut tipis.

Follow www.inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks