Pencarian

Ombudsman RI Buka Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2026 di Sumsel, Pemkot Prabumulih Bawa 6 Kepala Dinas

Jumat, 14 Agustus 2026 • 13:08:01 WIB
Ombudsman RI Buka Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2026 di Sumsel, Pemkot Prabumulih Bawa 6 Kepala Dinas
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel memberikan apresiasi kepada Ombudsman RI dalam pembukaan penilaian maladministrasi pelayanan publik 2026 di Palembang.

PALEMBANG — Penilaian Ombudsman RI ini menjadi titik tolak evaluasi besar-besaran birokrasi di Sumatera Selatan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel yang mewakili Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Ombudsman RI atas perannya sebagai pengawas independen penyelenggaraan layanan publik.

Pemprov Sumsel menegaskan komitmen untuk merevolusi sistem birokrasi. Targetnya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan bebas dari praktik maladministrasi.

Penilaian Bukan Sekadar Pemeriksaan, tapi Instrumen Perbaikan

Dalam sambutannya, Pemprov Sumsel menekankan bahwa penilaian ini diharapkan menjadi instrumen perbaikan, bukan sekadar formalitas evaluasi. Setiap temuan dan rekomendasi dari Ombudsman akan dijadikan bahan introspeksi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Sinergi lintas instansi tampak kuat dalam acara ini. Anggota DPR RI Komisi II, Kakanwil Imigrasi, Kakanwil BPN, para bupati/wali kota se-Sumatera Selatan, hingga jajaran Kepolisian Resor Kota turut hadir.

Pemkot Prabumulih Boyong Jajaran Pejabat ke Garis Depan

Kota Prabumulih tidak setengah-setengah menyambut penilaian ini. Sekda H. Elman, S.T., M.M., yang mewakili Wali Kota H. Arlan, memboyong jajaran pejabat penting untuk memastikan seluruh sektor pelayanan vital tersentuh perbaikan.

Enam pejabat yang hadir antara lain Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUPR, Sekretaris Dinas Pendidikan, Direktur RSUD, perwakilan Dinas Kesehatan, dan Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Prabumulih. Langkah komprehensif ini menunjukkan kesiapan "Kota Nanas" untuk dievaluasi secara transparan.

Era Birokrasi Lambat di Sumsel Segera Ditinggalkan

Kehadiran enam pejabat sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era birokrasi lambat dan berbelit di Sumatera Selatan sudah saatnya ditinggalkan. Masyarakat kini menanti bukti nyata dari komitmen seluruh pemerintah daerah di Sumsel.

Pelayanan publik ibarat etalase utama yang menampilkan wajah pemerintah sesungguhnya di mata masyarakat. Layanan yang buruk akan meruntuhkan kepercayaan, sebaliknya, layanan prima adalah bukti nyata hadirnya negara.

Follow www.inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: krsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks