Pencarian

PAD PALI Tembus Rp32,1 Miliar hingga Mei 2026, Bupati Asgianto Buka Data Realisasi ke Publik

Sabtu, 13 Juni 2026 • 14:03:31 WIB
PAD PALI Tembus Rp32,1 Miliar hingga Mei 2026, Bupati Asgianto Buka Data Realisasi ke Publik
Bupati Asgianto membuka data realisasi PAD PALI yang mencapai Rp32,1 miliar hingga Mei 2026.

PALI — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp32.186.226.007. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 17,12 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama di tahun 2025.

Empat Sektor Pendorong Kenaikan PAD PALI

Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PALI mengungkapkan bahwa kenaikan ini ditopang oleh empat sektor utama. Pajak Daerah menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp14,16 miliar, tumbuh 21,84 persen.

Sektor Lain-Lain PAD yang Sah menyumbang Rp15,09 miliar, naik 11,73 persen. Sementara itu, Retribusi Daerah tercatat Rp1,18 miliar dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan melesat 100 persen menjadi Rp1,74 miliar.

Bupati Asgianto: Ini Modal untuk Infrastruktur dan Layanan Publik

Bupati PALI Asgianto, ST. menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi modal penting untuk membiayai program prioritas.

“Alhamdulillah, hingga akhir Mei 2026 realisasi PAD PALI trennya sangat positif. Ini indikator optimalisasi pendapatan jalan baik. Kami akan terus perkuat tata kelola pendapatan yang transparan dan akuntabel guna dukung percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan,” ujar Asgianto, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, dana segar ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan peningkatan kesejahteraan warga di seluruh wilayah PALI.

Strategi Bapenda: Teknologi dan Pengawasan Ketat Wajib Pajak

Kepala Bapenda PALI Dr. Aryansyah, S.T., M.T. menjelaskan bahwa tren positif ini tidak lepas dari langkah-langkah strategis yang diterapkan. Pihaknya gencar melakukan pembinaan, pendataan, dan pengawasan terhadap sumber-sumber PAD.

“Pemanfaatan teknologi informasi dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait jadi faktor penting dorong realisasi PAD 2026,” ungkap Aryansyah.

Bapenda optimistis dapat mempertahankan tren ini hingga akhir tahun. Target PAD 2026 diyakini tidak hanya tercapai, tetapi berpotensi terlampaui.

Ajakan untuk Wajib Pajak: Setiap Rupiah Kembali ke Masyarakat

Kepala Bapenda mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di PALI untuk mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi. Ia memastikan setiap kontribusi yang masuk akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan yang lebih baik.

“Kami ajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha dukung pembangunan lewat kepatuhan bayar pajak dan retribusi. Setiap kontribusi akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan lebih baik,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: mattanews.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks