PALEMBANG — Dari total 1,149 juta jiwa penduduk usia produktif di Palembang, baru sekitar 35 persen yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Angka itu masih jauh dari target, terutama karena dominasi sektor informal yang mencapai 60 persen dari angkatan kerja.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Kuncoro Budi Winarno, menyebutkan bahwa kepesertaan pekerja informal di Palembang baru 9 persen. "Artinya masih ada ruang yang sangat besar untuk kita hadir memberikan perlindungan kepada para pekerja informal," ujarnya dalam acara pengukuhan, Senin lalu.
Dua Agen Per Kecamatan, Target Satu Per Kelurahan
Pada tahap awal, setiap kecamatan di Palembang akan memiliki dua agen penggerak. Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menargetkan ke depannya setiap kelurahan memiliki satu agen agar jangkauan perlindungan semakin luas.
"Kehadiran para agen ini tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak, pendamping, dan edukator," kata Aprizal. Program ini merupakan bagian dari visi "Palembang Peduli" yang menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.
Manfaat Beasiswa hingga Perguruan Tinggi
Selain Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang meninggal dunia. Beasiswa ini mencakup jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
"Ini yang harus terus kita sampaikan kepada masyarakat, bahwa pendidikan anak-anak tetap dapat berlanjut meskipun orang tua sebagai pencari nafkah sudah tidak ada," tegas Kuncoro.
Palembang Diharapkan Jadi Percontohan Regional
Melalui pengukuhan 36 agen ini, Kota Palembang diharapkan menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Sumatera Bagian Selatan dalam mempercepat Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Agen bertugas melakukan sosialisasi, pendampingan, pendaftaran, hingga monitoring peserta.
Kolaborasi antara Pemkot Palembang dan BPJS Ketenagakerjaan ini dinilai strategis untuk menjangkau pekerja mandiri, petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang selama ini belum tersentuh perlindungan sosial. Dengan sinergi yang kuat, Kuncoro optimistis cakupan perlindungan pekerja di Palembang dapat meningkat secara merata.