SUMATERA SELATAN — Anthropic memperkenalkan Claude Tag, sebuah layanan AI yang dirancang untuk beroperasi sebagai "rekan setim" virtual di dalam Slack. Tidak seperti bot biasa yang hanya merespons perintah, Claude Tag bisa mengikuti alur diskusi di kanal, mengerjakan tugas yang diberikan, dan bahkan menyela secara proaktif jika ada informasi penting yang terlewat.
Bagaimana Cara Kerja Claude Tag
Pengguna cukup mengetik @Claude di kolom pesan untuk meminta bantuan, memberikan tugas, atau sekadar bertanya. Claude Tag akan memproses permintaan itu, memecahnya menjadi beberapa tahap, lalu mengerjakan setiap langkah menggunakan alat yang sudah diizinkan oleh admin sistem.
Hasil kerjanya akan muncul dalam bentuk thread Slack. Semua anggota kanal bisa melihat progres Claude, melanjutkan percakapan dari titik terakhir, dan berkolaborasi seperti bekerja dengan manusia sungguhan.
Memori Konteks yang Membedakan
Fitur yang paling membedakan Claude Tag dari asisten AI Slack sebelumnya adalah kemampuannya menyimpan memori konteks jangka panjang. "Saat Claude mengikuti percakapan di kanal, ia terus belajar tentang pekerjaan tim," tulis pernyataan resmi Anthropic. "Claude juga bisa mengumpulkan fakta dari bagian lain organisasi jika diberi izin untuk membaca kanal lain."
Setiap identitas Claude hanya terbatas pada kanal yang ditentukan admin. Sebagai contoh, Claude yang disiapkan untuk pekerjaan legal tidak bisa mengakses memori dari kanal engineering. Ini menjaga data tetap terisolasi sesuai kebutuhan departemen.
Mode Ambient: AI yang Bisa Menyela Sendiri
Selain mode tugas, Claude Tag memiliki ambient mode. Dalam mode ini, Claude bisa secara proaktif masuk ke dalam obrolan untuk memberi pembaruan, menandai informasi dari bagian lain perusahaan, atau menindaklanjuti tugas yang terlupakan. Anthropic menyebut pengalaman ini seperti "bekerja dengan kolega sungguhan yang bisa memproduksi karya di depan umum dengan konteks dan pemahaman yang jauh lebih luas."
Posisi Anthropic di Pasar AI Enterprise
Anthropic bukan satu-satunya perusahaan yang mengejar konteks organisasi. Microsoft punya Graph yang diwujudkan lewat Copilot dan Work IQ. Snowflake dan Databricks memposisikan platform mereka sebagai basis data pengetahuan organisasi yang bisa diakses agen AI. Glean juga membangun lapisan intelijen yang memahami konteks perusahaan, berada di antara model AI dan data enterprise.
Dengan Claude Tag, Anthropic mencoba mengunci pengguna enterprise lebih dalam ke ekosistemnya—bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai memori institusional yang terus tumbuh seiring waktu.
Ketersediaan dan Target Pengguna
Claude Tag tersedia dalam versi beta untuk pelanggan paket Claude Enterprise dan Claude Team. Fitur ini paling cocok untuk tim yang sudah terbiasa menggunakan Slack sebagai pusat komunikasi kerja dan membutuhkan asisten yang bisa memahami konteks proyek tanpa harus dijelaskan ulang setiap kali.
Bagi pengguna individu atau tim kecil yang belum berlangganan paket berbayar, fitur ini belum bisa diakses. Namun, Claude versi gratis tetap bisa digunakan untuk percakapan satu-satu di Slack tanpa memori konteks lintas kanal.