OGAN ILIR — Kabut asap yang masuk ke ruang kelas membuat siswa di TK IT Quran Ummah mengalami mata perih hingga gangguan pernapasan. Kondisi itu mendorong Dompet Dhuafa dan PT BNI Asset Management menghadirkan perangkat penyaring udara di sekolah yang berada di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Perangkat yang dipasang bukan sekadar satu unit penjernih udara. Setiap ruang kelas mendapat exhaust fan, air purifier, penyaring ventilasi, tabung oksigen, akuarium, serta tanaman hias yang berfungsi menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Mengapa Ruang Kelas Jadi Titik Prioritas
Karhutla di Sumatra Selatan berdampak langsung pada aktivitas belajar anak-anak. Asap pekat yang masuk ke kelas mengganggu kesehatan siswa, dan sekolah sempat meliburkan kegiatan tatap muka lalu beralih ke pembelajaran daring.
PIC Respons Karhutla Sumatra Selatan DMC Dompet Dhuafa, Taqi Falsafati, menyebut program tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak meski wilayah mereka terdampak kabut asap.
"Program ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak meski wilayah mereka terdampak kabut asap," kata Taqi.
Bukan Hanya Fasilitas, Siswa Juga Diedukasi
Selain menyediakan fasilitas penunjang, Dompet Dhuafa membagikan masker medis kepada siswa. Edukasi soal pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini juga diberikan agar anak-anak memahami akar masalah kabut asap.
Kepala TK IT Quran Ummah, Noviana, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, kondisi ruang kelas kini terasa lebih nyaman sehingga anak-anak kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
"Kondisi ruang kelas kini terasa lebih nyaman sehingga anak-anak kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar," ujar Noviana.
Harapan Perluasan ke Sekolah Lain
Noviana berharap karhutla di Sumatra Selatan segera teratasi. Ia juga mendorong program Safe School dapat diperluas ke sekolah lain yang terdampak kabut asap.
Langkah Dompet Dhuafa dan BNI Asset Management menyasar satu sekolah di Indralaya. Skala dampak karhutla di Sumsel jauh lebih luas, sehingga kebutuhan perlindungan serupa berpotensi muncul di sejumlah kabupaten lain yang rutin dilanda asap.