Pencarian

Karhutla Sumsel: Oknum Warga Dituding Biang Asap Melanda OKI Hingga Ancam Palembang, Ini Faktanya

Kamis, 03 September 2026 • 13:47:01 WIB
Karhutla Sumsel: Oknum Warga Dituding Biang Asap Melanda OKI Hingga Ancam Palembang, Ini Faktanya
Petugas pemadaman berupaya menyemprotkan air ke titik api di lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali mengganggu aktivitas warga. Berdasarkan laporan resmi Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, asap pekat terasa hampir tanpa jeda di Palembang sejak pagi hingga malam hari.

Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan warga di lima kabupaten/kota yang terdampak, tetapi juga berpotensi menyebar lintas provinsi. Data pemantauan satelit menunjukkan asap dari Sumsel diperkirakan bergerak menuju Jambi dan Riau dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Balai Dalkarhut: Bantuan Pusat Krusial untuk Padamkan Api di Lahan Gambut

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, yang dihubungi dalam Dialog Interaktif Palembang Menyapa Pro 1 RRI, mengakui penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi hambatan berat. Ia menegaskan keterlibatan pemerintah pusat sangat menentukan untuk mempercepat pemadaman.

"Persoalan ini perlu dukungan. Langkah bantuan dari Presiden akan sangat membantu dalam pemadaman api ini," kata Ferdian pada Rabu (26/8) lalu.

Tantangan Pemadaman di OKI: Api di Bawah Lahan Gambut Sulit Terdeteksi

OKI menjadi sorotan utama dalam upaya pemadaman kali ini. Luasnya kawasan gambut membuat api dengan mudah menjalar liar di bawah permukaan tanah yang kering. Kondisi ini menyulitkan petugas yang harus menyemprotkan air dalam volume besar untuk memastikan bara api benar-benar mati, bukan sekadar padam di permukaan.

Meski berada di urutan terdepan penanganan, Ferdian mengakui akses menuju titik lokasi kebakaran di tengah gambut memakan waktu dan tenaga. Oleh karena itu, keberadaan personel tambahan dari pusat dinilai mempercepat proses pendinginan lahan yang terbakar.

El Nino Kuat dan Hari Tanpa Hujan: Faktor Pemicu Banyaknya Titik Panas

Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini bukan kemarau biasa. Fenomena El Nino yang cukup kuat membuat periode tanpa hujan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga memperbesar peluang munculnya titik api baru.

Beruntung, kondisi saat ini belum separah kemarau ekstrem yang melanda Sumsel pada 2015 lalu. Namun, catatan iklim selama 30 tahun terakhir menunjukkan Agustus kerap menjadi bulan dengan curah hujan paling rendah, sehingga potensi kebakaran masih terbuka lebar jika tidak diantisipasi.

"Edukasi sangat penting, terutama ke sekolah-sekolah, mengenai karhutla ini," tegasnya menekankan pentingnya pencegahan dini di tengah perubahan arah angin yang dinamis.

Follow www.inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks