Palembang -- Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan memaksimalkan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani. Akselerasi ini dijalankan melalui pendampingan intensif yang menyentuh hingga level satuan kerja (satker) paling bawah.
Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) menggulirkan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMP-ZI) untuk periode 2026. Kegiatan berlangsung maraton sejak April hingga September, dengan ritme pertemuan rutin setiap bulan.
Seluruh elemen penanggung jawab Zona Integritas diposisikan sebagai peserta aktif. Mereka mencakup jajaran Kemenag dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, Satuan Kerja Madrasah Negeri (MTsN dan MAN), hingga para PIC atau Operator PMP-ZI di masing-masing satker.
Perubahan Budaya Kerja, Bukan Sekadar Administrasi
Seluruh rangkaian bimbingan teknis berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting. Meode ini dipilih demi menjangkau partisipan secara luas dan efisien, tanpa mengurangi kedalaman materi.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel, Taufiq, menegaskan arah kebijakan ini. Menurutnya, pendampingan yang digelar bukan sekadar formalitas untuk memenuhi tumpukan dokumen administrasi.
"Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar mengejar predikat atau gelar semata, melainkan sebuah proses perubahan yang harus memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat," ujar Taufiq. "Melalui Bimtek maraton ini, kita memastikan seluruh satker memiliki pemahaman yang sama untuk menghadirkan pelayanan terbaik," pungkasnya.