Pencarian

Delapan Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, Empat Wilayah Rawan Lain Didorong Segera Menyusul

Sabtu, 04 Juli 2026 • 21:20:01 WIB
Delapan Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, Empat Wilayah Rawan Lain Didorong Segera Menyusul
Delapan daerah di Sumsel resmi tetapkan status siaga karhutla mulai April hingga November 2026.

PALEMBANG — BPBD Sumatera Selatan mencatat delapan daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla, yakni Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ulu (OKU). Di tingkat provinsi, status siaga telah diberlakukan sejak 22 April hingga 30 November 2026.

Mengapa Empat Daerah Ini Belum Menyusul?

Empat wilayah yang masih didorong untuk segera menetapkan status siaga adalah Lahat, OKU Timur, Musi Rawas (Mura), dan OKU Selatan. Sudirman menegaskan bahwa secara umum seluruh wilayah Sumsel memiliki potensi karhutla, namun 12 daerah menjadi prioritas karena kerap mengalami kebakaran lahan setiap tahunnya.

"Dari 12 daerah prioritas, masih ada empat yang belum menetapkan status siaga. Ini terus kita dorong agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih optimal," ujar Sudirman, Sabtu (4/7/2026).

Status Siaga Jadi Kunci Koordinasi Lintas Sektor

Penetapan status siaga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini juga memungkinkan penyiapan personel dan peralatan pemadaman, serta pengalokasian anggaran penanganan karhutla secara lebih terstruktur.

Tanpa status siaga, proses mobilisasi sumber daya dan pengambilan keputusan darurat bisa terhambat saat api mulai menyebar luas.

Imbauan untuk Masyarakat: Jangan Bakar Lahan

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi mempercepat penyebaran api dan memicu kebakaran yang lebih luas.

"Peran masyarakat sangat penting. Jangan sampai aktivitas pembakaran lahan justru memperparah kondisi dan menyulitkan upaya pemadaman," tegas Sudirman.

Puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada dua bulan ke depan menjadi perhatian serius. Data historis menunjukkan bahwa wilayah-wilayah seperti OKI dan Muba kerap menjadi titik api utama saat musim kemarau tiba. Dengan status siaga yang sudah ditetapkan di delapan daerah, BPBD berharap respons terhadap potensi kebakaran bisa lebih cepat dan terkoordinasi.

Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks