LAHAT — Rencana pembangunan Tebat Danau Karet di Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat, memasuki tahap baru. Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Perikanan mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,66 miliar untuk mengubah danau berbentuk tapal kuda itu menjadi pusat budidaya ikan air tawar.
Bentuk Tapal Kuda dengan Luas 7.500 Meter Persegi
Danau tersebut memiliki lebar 25 meter dan panjang lebih dari 300 meter. Dari udara, bentuknya menyerupai huruf U atau tapal kuda. Kepala Desa Jajaran Baru, Bostandi, menyebut lokasi ini akan menjadi sentral budidaya ikan air tawar terbesar di Bumi Seganti Setungguan, julukan Kabupaten Lahat.
20 Keramba Siap Ditebar Tiga Jenis Ikan
Sebanyak 20 keramba akan disiapkan untuk membudidayakan tiga jenis ikan, yakni patin, nila, dan gurami. Pengelolaan seluruh keramba akan diserahkan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) setempat. "Benih ikan dari tiga jenis tersebut akan dipantau dan dipelihara sebaik mungkin," ujar Bostandi.
Syukuran Warga Sebelum Pembangunan Dimulai
Sebelum pelaksanaan proyek, jajaran Pemerintah Desa Jajaran Baru bersama warga menggelar prosesi syukuran dan doa bersama. Kegiatan itu dilakukan agar pengerjaan tebat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Bostandi yang juga menjabat Ketua Forum Kepala Desa (FKKD) Kikim Barat mengatakan, papan informasi proyek sudah terpasang dengan masa pengerjaan 120 hari.
Target: Kirim Ikan ke Luar Sumatera
Program ini merupakan bagian dari tagline Bupati Lahat H Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widia Ningsih, yakni "Menata Kota Membangun Desa". Bostandi menargetkan, jika produksi berjalan optimal, Kabupaten Lahat tidak perlu lagi mendatangkan ikan dari daerah lain. "Malahan kita yang mengirim ke kabupaten/kota tetangga bahkan hingga luar Pulau Sumatera, seperti cita-cita Kepala Daerah," imbuhnya.
Pihaknya berkomitmen mendukung program Pemkab Lahat secara berkelanjutan. Harapannya, tebat ini mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dan menggerakkan perekonomian desa.