BANYUASIN — Warga pesisir Kampung Yunan, Desa Sungsang IV, digegerkan dengan kemunculan seekor paus biru yang tiba-tiba masuk ke bawah rumah panggung pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Mamalia laut berukuran sekitar 13 meter dengan lebar 1,5 meter itu dilaporkan warga kepada aparat setempat.
Personel Ditpolairud Polda Sumsel bersama Polres Banyuasin langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan upaya penyelamatan. Namun, kondisi air laut yang masih pasang membuat paus beberapa kali bergerak dan berontak, sehingga posisinya justru semakin masuk ke area permukiman.
Paus Hantam Tiang Rumah Hingga Patah
Sekitar pukul 23.15 WIB, tubuh paus bergeser dan menghantam salah satu tiang penyangga rumah warga. Tiang tersebut patah sebelum akhirnya paus terjepit di antara fondasi bangunan.
Ketika air laut mulai surut, ruang gerak satwa semakin terbatas. Tim gabungan tidak bisa mengembalikan paus ke laut secara optimal. Mamalia itu akhirnya dinyatakan mati di lokasi.
Bangkai Dievakuasi dengan Cara Dipotong
Pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, personel Kapal Polisi V-1037 Sungsang bersama Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Kerja Banyuasin, Pemerintah Kecamatan Banyuasin II, dan masyarakat setempat melakukan evakuasi bangkai paus.
Berdasarkan hasil koordinasi, proses evakuasi dilakukan dengan memotong bangkai menjadi beberapa bagian. Langkah ini diambil agar bangkai dapat dipindahkan dengan aman sekaligus menghindari dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan di kawasan permukiman padat penduduk.
Ditpolairud Polda Sumsel Turun Tangan
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan bersama tim gabungan menangani langsung proses evakuasi sejak malam pertama kejadian. Humas Polda Sumsel membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut tim sudah bekerja sejak laporan warga diterima.
Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab paus biru tersebut bisa terdampar hingga masuk ke permukiman. Namun, kondisi geografis Sungsang yang merupakan kawasan delta dan estuari sering menjadi jalur lintasan mamalia laut besar saat musim tertentu.